Ntvnews.id
Secara rinci, kredit komersial BRI pada 2021 tercatat sebesar Rp20,8 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, dan melonjak hingga Rp61,4 triliun pada 2025.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris YS menjelaskan bahwa perseroan berfokus mendorong pertumbuhan bisnis segmen komersial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan aktivitas transaksi.
Upaya tersebut dilakukan melalui transformasi bisnis bertajuk “BRIvolution Reignite”, khususnya pada pilar “Revamp Existing Core”.
Baca Juga: Bank BRI Gelar Imlek Prosperity 2026 untuk Sambut Tahun Kuda Api dengan Pengalaman Eksklusif
"Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah. Segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem," ujar Dippo.
BRI juga menyampaikan bahwa komposisi portofolio pembiayaan menunjukkan diversifikasi yang kuat dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Kontribusi terbesar berasal dari sektor berbasis APBN sebesar 20 persen, diikuti sektor energi (12 persen), konstruksi (11 persen), perdagangan (10 persen), pangan (10 persen), serta industri pengolahan (8 persen).
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, pangsa pasar segmen komersial BRI turut meningkat secara konsisten, dari 2,1 persen pada 2021 menjadi 5,2 persen pada 2025.
Menurut perseroan, peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi berbasis ekosistem yang memungkinkan perluasan penetrasi pasar sekaligus peningkatan kualitas basis nasabah.
Di sisi lain, kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan. Rasio loan at risk (LaR) berhasil ditekan menjadi 7,6 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut didukung oleh penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan dana murah (current account savings account atau CASA) serta dana pihak ketiga (DPK), sehingga menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat.
Dalam mendukung usaha menengah, BRI menyediakan pembiayaan komprehensif, mulai dari kredit modal kerja untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi untuk ekspansi jangka panjang.
Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi operasional nasabah, BRI menghadirkan berbagai layanan pengelolaan kas, salah satunya melalui platform digital QLola by BRI.
Baca Juga: Jumlah User Tumbuh 41%, QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun
Melalui QLola, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran pajak, transfer daring, hingga pembayaran tagihan, sekaligus memantau kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh guna mendukung pengambilan keputusan bisnis.
"Melalui ekosistem perbankan bisnis yang komprehensif, inovasi digital, serta program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar, BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM dan perusahaan menengah untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan," sebut Dippo.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. ANTARA/HO-BRI (Antara)