LRT Jakarta Fase 1B Lakukan Test Track Sejauh 3,6 Km dari Velodrome ke Pasar Pramuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 17:27
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai dengan rute sepanjang 3,6 Kilometer pada Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-Jakpro PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai dengan rute sepanjang 3,6 Kilometer pada Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-Jakpro (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai pada Kamis, 30 April 2026. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah pelaksanaan test track pada segmen jalur lintasan yang menghubungkan Stasiun Velodrome menuju Stasiun Pasar Pramuka sejauh 3,6 kilometer.

Pelaksanaan test track ini menandai babak baru dalam percepatan pembangunan infrastruktur transportasi publik modern di Ibu Kota. Jakpro menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh aspek teknis, keselamatan, dan operasional sistem LRT Jakarta memenuhi standar tertinggi sebelum memasuki fase layanan komersial.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin, mengatakan bahwa tahapan T&C dilakukan secara mendetail agar seluruh sistem benar-benar siap digunakan masyarakat.

“Tahapan T&C ini kami lakukan secara mendetail untuk memastikan seluruh aspek teknis LRT Jakarta Fase 1B benar-benar siap dan aman untuk nantinya digunakan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari,” ujar Iwan.

Testing and commissioning merupakan tahapan yang tidak dapat dilewati dalam pembangunan sistem perkeretaapian modern. Proses ini mencakup serangkaian pengujian sistematis dan terstruktur terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dimulai, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.

Baca Juga: Program Jakpro “PERKASA” Perluas Akses Kemandirian Ekonomi Bagi UMKM Difabel Dan Dhuafa

“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT Jakarta setiap harinya. Oleh karena itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan secara sangat matang,” lanjut Iwan.

Di balik setiap proses teknis yang berjalan, terdapat komitmen kuat Jakpro untuk menyelesaikan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B secepat mungkin tanpa mengorbankan satu pun aspek keselamatan, kualitas, dan keandalan layanan.

Setelah beroperasi secara komersial, penambahan jalur LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mampu mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari serta berkontribusi langsung terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas. Kehadiran koridor baru ini juga akan memperkuat konektivitas antar wilayah dan integrasi transportasi publik di Jakarta.

Sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B diarahkan untuk mendukung pemenuhan indikator Jakarta sebagai kota global yang modern, maju, berkelanjutan, dan nyaman dihuni. Proyek ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang kota yang lebih terkoneksi, mobilitas yang semakin mudah, serta kualitas lingkungan perkotaan yang lebih baik.

LRT Jakarta Fase 1B bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya merupakan manifestasi tekad kolektif masyarakat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan kota yang lebih maju dan berdaya saing. Optimisme terhadap kehadiran LRT Jakarta Fase 1B juga datang dari masyarakat. Wenny, warga yang setiap hari melintasi koridor pembangunan Velodrome Manggarai, menilai operasional jalur ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas warga Jakarta.

Baca Juga: Sahrin Hamid, Ketum Partai Bikinan Anies Baswedan Mundur dari Komisaris Jakpro

“Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B sangat dinantikan karena akan menambah pilihan transportasi publik yang nyaman dan modern. Saya optimistis jalur ini dapat membantu masyarakat bepergian lebih efisien sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” ujar Wenny.

Ia juga meyakini kehadiran jalur baru ini akan semakin memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi di Jakarta.

“Dengan jaringan transportasi yang semakin terhubung, masyarakat tentu akan lebih mudah berpindah moda. Ini menjadi langkah positif bagi Jakarta untuk menghadirkan mobilitas yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Menurutnya, pengembangan transportasi publik seperti LRT Jakarta juga akan memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan perkotaan.

“Transportasi publik berbasis listrik seperti LRT Jakarta menjadi solusi yang baik untuk mendukung udara kota yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat,” tutupnya.

x|close