Shin Tae-yong Siap Jawab Target Juara Persija, Fokus Bangun Tim Kompetitif dalam Tiga Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 16:16
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden klub Persija Jakarta Mohammad Prapanca (kiri) dan pelatih baru Persija Shin Tae-yong berpose di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin (8/6/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar) Presiden klub Persija Jakarta Mohammad Prapanca (kiri) dan pelatih baru Persija Shin Tae-yong berpose di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Senin (8/6/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menegaskan komitmennya untuk membawa Macan Kemayoran meraih prestasi terbaik setelah dipercaya menukangi tim ibu kota dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Penunjukan STY dilakukan setelah Persija gagal mewujudkan ambisi menjadi juara pada musim lalu. Di bawah arahan Mauricio Souza, Persija hanya mampu mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir, di bawah juara bertahan Persib Bandung dan runner-up Borneo FC.

Menanggapi target besar yang dibebankan kepadanya, mantan pelatih tim nasional Indonesia itu mengaku siap bekerja maksimal untuk menghadirkan permainan yang mampu kembali menarik minat para pendukung Persija.

"Target saya pastinya ingin dapat prestasi yang baik. Dan akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa para fans Persija Jakarta ingin melihat atau menonton kembali permainan Persija Jakarta," kata STY dalam konferensi pers perkenalannya di Jakarta International Stadium, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, keberhasilan Persija tidak hanya bergantung pada pelatih, tetapi juga kerja sama seluruh elemen tim. Karena itu, ia ingin membangun kekompakan bersama para pemain demi mencapai hasil terbaik di kompetisi domestik.

"Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain, mungkin saja bisa di posisi yang terbaik di Indonesia," kata dia.

STY mengungkapkan bahwa pengalamannya selama lima tahun menangani tim nasional Indonesia menjadi salah satu alasan utama menerima tawaran Persija. Selama periode tersebut, ia merasa sangat mengenal atmosfer sepak bola Jakarta, termasuk stadion-stadion yang kerap digunakan untuk pertandingan besar.

"Sebelumnya memang melatih melatih timnas Indonesia selama 5 tahun, jadi sangat mengenal dengan main stadion Jakarta, GBK dan JIS. Jadi saya paling kenal mungkin dengan tim Persija. Dan waktu itu saya merasakan juga tim Persija Jakarta itu tim terbaik di Indonesia," kata pelatih berusia 57 tahun tersebut.

Ia juga menilai kompetisi sepak bola Indonesia memiliki banyak klub kuat yang mampu bersaing di papan atas. Meski demikian, proyek yang ditawarkan Persija membuatnya tertarik untuk kembali berkiprah di Indonesia.

Baca Juga: Persija Jakarta Bakal Umumkan Pelatih Baru, STY?

"Memang banyak tim yang bagus ya di Super League Indonesia, seperti Persib, Persija, Borneo, Bali United. Tetapi dengan adanya meeting dengan pihak Persija, jadi ingin menantang di Super League Indonesia, mau itu secara prestasi, sistem, dan ingin membantu juga, dan ingin mengembangkan lebih lagi untuk perkembangan sepak bola Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Presiden Persija, Mohammad Prapanca, optimistis STY mampu memenuhi ekspektasi klub. Ia menilai proses adaptasi pelatih asal Korea Selatan tersebut akan berjalan lebih cepat karena sejumlah pemain inti Persija pernah bekerja sama dengannya saat memperkuat tim nasional Indonesia.

Beberapa nama yang dimaksud antara lain Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.

"Kita diskusi dengan Coach Shin Tae-yong bahwa tentunya dengan apa namanya skuad yang ada ini, sebagian besar sudah ada di bawahnya Coach Shin Tae-yong lah di era under ya. Jadi saya yakin sekali itu nanti prosesnya akan lebih cepat," kata Prapanca.

Baca Juga: Persija Jakarta Umumkan Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru

"Dan tentunya juga nanti Coach Shin Tae-yong melengkapi apa yang menjadi kekurangan di tim Persija saat ini," lanjutnya.

Terkait kontrak tiga tahun yang diberikan kepada STY, Prapanca menjelaskan bahwa Persija tidak hanya menginginkan hasil instan. Klub juga berharap sang pelatih dapat berkontribusi dalam pembangunan fondasi jangka panjang, termasuk pengembangan pemain muda dan sistem pembinaan klub.

"Ya tadi itu kan kita berproses kan gitu ya, jadi tentunya Coach Shin juga perlu apa namanya terlibat dalam infrastruktur Persija nanti termasuk untuk pengembangan pemain muda kita dan semua kita mencoba mengakselerasi selama 3 tahun ke depan ini gitu," ucap Prapanca.

Melalui proyek jangka panjang tersebut, Persija berharap dapat kembali mengakhiri puasa gelar liga yang terakhir kali diraih pada musim 2018 sekaligus memperkuat fondasi klub untuk bersaing secara konsisten di level tertinggi sepak bola Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close