Ntvnews.id, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia sepak bola Palestina. Kiper tim nasional Palestina, Saleem Al Ashqar, dilaporkan meninggal dunia setelah insiden penembakan di wilayah Jalur Gaza pada akhir Juni 2026.
Melansir Al Jazeera, Kamis, 2 Juli 2026, kabar wafatnya penjaga gawang berusia 32 tahun tersebut dikonfirmasi oleh Federasi Sepakbola Palestina (PFA) yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian salah satu pemain sepak bola Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Saleem Al Ashqar dikenal sebagai kiper yang pernah memperkuat sejumlah klub di Gaza. Dalam beberapa musim terakhir, ia membela klub Khadamat Khan Younis dan menjadi salah satu pemain yang cukup dikenal di kompetisi domestik Palestina.
Palestinian goalkeeper Saleem Al-Ashqar was shot dead by Israeli forces in Gaza. Married just five months ago, he leaves behind a wife expecting their first child. The Palestinian Football Association says more than 1,000 Palestinian athletes have been killed since October 2023. pic.twitter.com/Yz6cyblRf3
— Al Jazeera English (@AJEnglish) July 1, 2026
Berdasarkan data yang disampaikan federasi sepakbola Palestina, Saleem menjadi salah satu dari lebih dari 1.000 atlet Palestina yang dilaporkan meninggal dunia sejak konflik di wilayah tersebut meningkat pada Oktober 2023. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak konflik terhadap dunia olahraga di Palestina.
Baca Juga: Link Streaming Duel Spanyol vs Austria di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kepergian Saleem turut menyita perhatian publik karena kisah kehidupan pribadinya yang menyentuh. Ia diketahui baru menikah sekitar lima bulan lalu dan kini meninggalkan sang istri yang tengah mengandung anak pertama mereka.
Kisah tersebut memicu gelombang belasungkawa dari komunitas sepak bola, para atlet, hingga masyarakat internasional yang menyampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi Saleem Al Ashqar.
Meninggalnya Saleem kembali menjadi pengingat bahwa konflik berkepanjangan di Jalur Gaza tidak hanya berdampak pada masyarakat sipil, tetapi juga merenggut nyawa para atlet yang selama ini menjadi bagian dari perkembangan olahraga Palestina.
Saleem Al Ashqar (Istimewa)