Ntvnews.id, Jakarta - Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank dari posisinya sebagai pelatih kepala pada Rabu sore WIB.
Keputusan tersebut diambil menyusul performa buruk The Lilywhites dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kekalahan 1-2 dari Newcastle United beberapa jam sebelumnya.
Kabar pemecatan pelatih asal Denmark itu diumumkan langsung melalui akun media sosial resmi klub.
"Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih Utama dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini," demikian pernyataan resmi Tottenham Hotspur.
Dalam pernyataan resminya, Tottenham menyebut perubahan di kursi pelatih sebagai langkah yang dianggap perlu ditempuh di tengah situasi sulit tim.
View this post on Instagram
Sepanjang menangani Tottenham, Frank mencatatkan hasil yang kurang memuaskan. Dari total 38 pertandingan di semua kompetisi, Spurs hanya meraih 13 kemenangan, 10 hasil imbang, dan menelan 15 kekalahan.
Performa terburuk terjadi di Liga Inggris. Tottenham tidak meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir, dengan kemenangan terakhir dicatat saat menundukkan Crystal Palace 1-0 pada 28 Desember 2025.
Rentetan hasil negatif itu membuat Spurs terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan 29 poin dari 26 pertandingan, hanya terpaut lima angka dari zona degradasi.
Berdasarkan Football Insider, nama Frank mengungguli sejumlah nama lain seperti Scott Parker (Burnley), Sean Dyche (Nottingham Forest), Eddie Howe (Newcastle United), Oliver Glasner (Crystal Palace), hingga Arne Slot (Liverpool).
Dengan pemecatan ini, Thomas Frank menjadi pelatih ketujuh yang kehilangan pekerjaannya di Liga Inggris musim ini setelah Nuno Espirito Santo (Nottingham Forest), Graham Potter (West Ham United), Ange Postecoglou (Nottingham Forest), Vitor Pereira (Wolverhampton Wanderers), Enzo Maresca (Chelsea), dan terbaru Ruben Amorim (Manchester United).
ANTARA
Thomas Frank (ig spurs)