KOI Protes ke OCA Usai Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Feb 2026, 11:33
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Timnas Indonesia U-23 Timnas Indonesia U-23 (X: Timnas Indonesia)

Ntvnews.id, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi melayangkan protes kepada Olympic Council of Asia (OCA) menyusul perubahan regulasi yang membuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam Asian Games 2026 di Jepang.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menegaskan pihaknya keberatan atas kebijakan baru tersebut. Ia menyebut KOI telah menyampaikan protes secara langsung kepada OCA.

“Iya, pasti dong (kami protes ke OCA),” ujar Oktohari kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari. <b>(Antara)</b> Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari. (Antara)

Perubahan regulasi itu merupakan hasil kesepakatan antara Asian Football Confederation (AFC) dan OCA yang menetapkan bahwa peserta cabang olahraga sepak bola pada Asian Games 2026 hanya diikuti oleh 16 tim yang berstatus sebagai kontestan Piala Asia U-23.

Menurut Oktohari, mekanisme pemeringkatan tanpa melalui babak kualifikasi seperti yang diterapkan saat ini bukanlah hal lazim dalam pelaksanaan Asian Games. Selama ini, cabang sepak bola umumnya terbuka bagi seluruh negara peserta.

Baca Juga: Shin Tae-yong Yakin John Herdman Bawa Timnas Indonesia Raih Hasil Positif

Ia menilai kebijakan tersebut merugikan Indonesia, terlebih karena sosialisasi perubahan aturan dinilai tidak tersampaikan dengan baik kepada para pemangku kepentingan di dalam negeri.

“Apakah ini karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal lain. Tetapi sosialisasi itu harus sampai dan harus adil,” katanya.

Oktohari juga mengungkapkan bahwa protes telah dikomunikasikan kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, dengan harapan dapat memengaruhi kebijakan yang akan diambil selanjutnya.

“Mudah-mudahan berdampak terhadap kebijakan yang nanti diambil. Yang pasti tuan rumah tidak boleh semena-mena,” ujarnya.

KOI, lanjut Oktohari, akan terus menyuarakan keberatan tersebut mengingat sepak bola merupakan cabang olahraga dengan basis penggemar terbesar, sehingga setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan asas keadilan dan kepentingan seluruh negara peserta.

x|close