Pemerintah Kaji Dampak Efisiensi Anggaran Terhadap Rekrutmen ASN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 20:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Gedung Kemenhan, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Gedung Kemenhan, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap aparatur sipil negara (ASN), termasuk kemungkinan penyesuaian dalam rekrutmen pegawai baru.

Menanggapi pertanyaan terkait jumlah ASN yang terdampak, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada angka pasti yang dapat disampaikan. Namun, isu tersebut telah dibahas sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal negara.

"Dibahas itu sebagai salah satunya. Maka tadi saya sampaikan bahwa kalau pertanyaan jumlah kita belum siang ini belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti," kata Mensesneg seusai menghadiri Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat ASN yang secara alami memasuki masa pensiun.

Baca Juga: Pemprov DKI Tegaskan Sanksi bagi ASN yang Gunakan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi

Oleh karena itu, pemerintah mempertimbangkan untuk menyesuaikan jumlah rekrutmen ASN baru dengan jumlah pegawai yang pensiun sebagai bagian dari strategi pengendalian anggaran.

“Berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan bahwa kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga keberlanjutan program prioritas pemerintah, sehingga kebutuhan tenaga kerja di sektor strategis tetap dapat terpenuhi secara optimal.

Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Tinjau Posko Bantuan di Lanud Halim, Pastikan Logistik untuk Sumatera Tersalur Tepat Waktu

Langkah efisiensi anggaran ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik yang masih berlangsung di berbagai kawasan dunia.

Beberapa konflik besar, seperti Perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dinilai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global.

Kondisi geopolitik tersebut berdampak pada berbagai indikator ekonomi, mulai dari fluktuasi harga energi dan pangan hingga terganggunya rantai pasok internasional, yang pada akhirnya turut memengaruhi inflasi, nilai tukar, serta harga komoditas strategis.

(Sumber: Antara)

x|close