Mobil Listrik Lemah di Cuaca Dingin, Mobil Hybrid Justru Boros Saat Cuaca Panas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mei 2026, 14:00
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Penelitian terbaru dari AAA mengungkap mobil listrik dan hybrid sama-sama mengalami penurunan efisiensi saat menghadapi suhu ekstrem. (Foto: Istimewa/AAA) Penelitian terbaru dari AAA mengungkap mobil listrik dan hybrid sama-sama mengalami penurunan efisiensi saat menghadapi suhu ekstrem. (Foto: Istimewa/AAA)

Ntvnews.id, Jakarta - Banyak pemilik mobil listrik (EV) atau hybrid baru merasa heran ketika jarak tempuh kendaraan mereka tidak sesuai dengan klaim pabrikan. 

Selain karena pengujian resmi dilakukan dalam kondisi ideal, faktor cuaca ternyata punya pengaruh besar terhadap performa kendaraan elektrifikasi.

Dikutip dari Carscoops, Minggu (10/5/2026), penelitian terbaru dari AAA mengungkap mobil listrik dan hybrid sama-sama mengalami penurunan efisiensi saat menghadapi suhu ekstrem. 

Bedanya, mobil listrik paling terdampak saat cuaca dingin, sedangkan mobil hybrid justru lebih boros ketika suhu terlalu panas.

Pengujian Dilakukan di Laboratorium Khusus

AAA melakukan pengujian menggunakan tiga mobil listrik dan tiga mobil hybrid di ruang laboratorium bersuhu terkontrol yang dilengkapi dynamometer atau dyno, alat simulasi berkendara layaknya treadmill untuk mobil.

Sistem pendingin dan pemanas kabin kendaraan diatur pada suhu nyaman 72°F (22°C), sementara suhu ruangan diuji dalam tiga kondisi berbeda, yakni 20°F atau -6,7°C (cuaca dingin ekstrem), 75°F atau 23,9°C (kondisi normal), serta 95°F atau 35°C (cuaca panas).

Mobil Hybrid Lebih Boros Saat Panas

Hasil pengujian menunjukkan pada suhu panas 35°C, mobil listrik mengalami penurunan jarak tempuh rata-rata sebesar 8,5 persen dan efisiensi turun 10,4 persen.

Namun mobil hybrid ternyata mengalami dampak lebih besar. Efisiensi bahan bakarnya turun hingga 12 persen saat digunakan dalam kondisi panas ekstrem.

Meski penurunannya tidak terlalu drastis, kondisi ini tetap bisa memengaruhi biaya operasional dan membuat pengemudi lebih sering mengisi bahan bakar atau daya listrik.

Cuaca Dingin Jadi Musuh Utama Mobil Listrik

Pengujian suhu dingin menghasilkan dampak yang jauh lebih signifikan. Pada suhu -6°C, mobil listrik kehilangan efisiensi hingga 35,6 persen dengan penurunan jarak tempuh rata-rata mencapai 39 persen.

Sementara itu, mobil hybrid juga terdampak cukup besar dengan penurunan efisiensi bahan bakar sebesar 22,8 persen.

AAA menjelaskan suhu dingin membuat baterai bekerja lebih berat, ditambah penggunaan pemanas kabin yang menguras energi lebih banyak.

Pengguna Perlu Sesuaikan dengan Iklim

Direktur Teknik dan Penelitian Otomotif AAA, Greg Brannon, mengatakan mobil listrik memang sangat efisien di suhu sedang, tetapi performanya menurun drastis saat cuaca dingin.

Dia juga mengaku terkejut karena mobil hybrid mengalami penurunan efisiensi hingga 23 persen saat suhu rendah.

Karena itu, calon pembeli kendaraan elektrifikasi disarankan mempertimbangkan faktor iklim, biaya energi, dan pola berkendara sebelum memilih mobil listrik maupun hybrid.

Bagi pengguna yang tinggal di daerah dengan cuaca ekstrem, memperhitungkan cadangan jarak tempuh menjadi hal penting agar penggunaan kendaraan tetap nyaman dan efisien.

x|close