Ntvnews.id,China - BYD mencatat penurunan pendapatan, laba bersih, dan penjualan kendaraan energi baru (NEV) pada semester pertama 2026. Di tengah tekanan pasar domestik, produsen otomotif asal China tersebut justru membukukan kenaikan ekspor kendaraan secara signifikan.
Dalam laporan keuangan sementara yang dirilis pada 28 Agustus 2026, BYD mencatat pendapatan operasional sekitar 344,815 miliar yuan pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut turun 7,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham juga mengalami penurunan menjadi sekitar 12,32 miliar yuan atau turun 20,54 persen secara tahunan.
BYD menjelaskan penurunan laba terutama dipengaruhi tekanan jangka pendek akibat fluktuasi nilai tukar serta kerugian valuta asing. Meski demikian, perusahaan menyebut kinerja bisnis utamanya masih berada dalam kondisi stabil.
Pada kuartal kedua 2026, laba bersih BYD justru tumbuh 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Margin kotor perusahaan juga mencapai 18,9 persen, yang menjadi capaian tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BYD menjual sekitar 1,8085 juta unit kendaraan energi baru (NEV). Jumlah tersebut menurun 15,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: BYD M6 DM Sumbang 20 Persen SPK BYD di GIIAS 2026
PT BYD Motor Indonesia memperkuat posisinya di pasar kendaraan energi baru melalui peluncuran BYD M6 EV terbaru pada ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Dok/Istimewa/BYD Indonesia)
Ketua sekaligus Presiden BYD Wang Chuanfu menyebut keterbatasan rantai pasokan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi penjualan. Ia menyoroti produksi “Blade Battery” generasi kedua yang belum mampu memenuhi kebutuhan karena proses peningkatan kapasitas produksi masih berlangsung.
“Penjualan tahun ini bergantung pada produksi baterai,” kata Wang.
Staf dari bisnis pengisian daya cepat BYD juga membenarkan bahwa kapasitas produksi baterai telah meningkat setelah proses peningkatan lini produksi selama enam bulan. Namun, pasokan baterai hingga kini masih terbatas.
Di tengah melemahnya pasar dalam negeri, BYD mulai mendapatkan hasil positif dari strategi ekspansi ke pasar internasional. Data Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mencatat ekspor BYD mencapai sekitar 792.000 kendaraan selama semester pertama 2026.
Jumlah tersebut meningkat 67,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan capaian itu, pasar luar negeri menyumbang hampir 44 persen dari total penjualan BYD.
Wang Chuanfu optimistis perusahaan dapat melewati target penjualan kendaraan di pasar luar negeri yang ditetapkan sebanyak 1,5 juta unit sepanjang tahun ini.
Pertumbuhan juga terlihat pada tiga merek premium BYD, yakni Denza, Fang Cheng Bao, dan YangWang. Penjualan gabungan ketiga merek tersebut mencapai sekitar 228.000 unit, meningkat 61 persen secara tahunan dan berkontribusi 12,6 persen terhadap total penjualan BYD.
Meski ekspansi global menunjukkan perkembangan positif, BYD masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan posisi sebagai produsen mobil China dengan penjualan tertinggi.
Penjualan global BYD sebelumnya tercatat mengalami penurunan selama delapan bulan berturut-turut. Kenaikan ekspor kemudian membantu perusahaan membalikkan sebagian tren tersebut.
PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan Dual Mode (DM) Technology dalam ajang GIIAS 2026 melalui forum Media Tech Auto Talk. (Foto: Adiantoro/NTV)
Baca Juga: BYD Racco Banjir Pesanan di Jepang, Tembus 1.000 Unit Hanya dalam Dua Pekan
Kondisi itu sekaligus menunjukkan bahwa performa BYD di pasar domestik China masih menghadapi tekanan. Pada semester pertama 2026, penjualan domestik BYD di China tercatat sekitar 1,016 juta unit.
Sementara itu, Geely Auto membukukan penjualan domestik sekitar 950.000 unit di China pada periode yang sama. Angka tersebut mencakup kendaraan listrik maupun kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
Dengan selisih penjualan yang semakin tipis, Geely Auto berpeluang menyalip BYD sebagai merek dengan penjualan domestik tertinggi di China pada tahun ini.
(Sumber: Antara)
Kolase foto - Wuling Aira EV (kiri) dan BYD Atto 2 (kanan) yang dipamerkan di Gakindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, Tangerang, Banten (Antara)