Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah China resmi memberlakukan standar nasional wajib terkait sistem kemudi elektronik atau steer-by-wire (SbW) pada kendaraan bermotor.
Aturan bertajuk "Persyaratan Dasar untuk Sistem Kemudi Otomotif" ini dirilis oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok pada 26 Januari dan akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli.
Standar tersebut menetapkan persyaratan teknis, metode pengujian, serta ketentuan keselamatan fungsional untuk sistem kemudi elektronik (steer-by-wire), sistem kemudi konvensional, hingga perangkat kemudi tambahan.
Informasi tersebut disampaikan oleh China Central Television (CCTV), sebagaimana dikutip CarNewsChina pada Senin (26/1/2026).
Berbeda dengan sistem kemudi tradisional yang masih mengandalkan mekanisme mekanik dan hidrolik, teknologi steer-by-wire sepenuhnya menggunakan sinyal elektronik untuk mengontrol arah kendaraan.
Sistem ini dinilai lebih presisi, fleksibel, dan mendukung pengembangan kendaraan pintar serta otonom.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi otomotif, steer-by-wire menjadi komponen kunci dalam kendaraan modern.
Tak hanya mendukung elektrifikasi dan pengemudian otonom, teknologi ini juga memperkuat konektivitas cerdas pada mobil generasi terbaru.
Menurut laporan TechSci Research, pasar otomotif Smart-by-Wire diproyeksikan tumbuh signifikan, dari US$4,61 miliar pada 2025 menjadi US$7,21 miliar pada 2031, mencerminkan meningkatnya adopsi teknologi elektronik dalam sistem kendaraan.
Empat Pilar Utama Standar Sistem Kemudi Otomotif
Standar nasional China ini mencakup empat aspek utama:
1. Penguatan Jaminan Keselamatan
Bagian ini menekankan peningkatan penanganan kegagalan pada sistem steer-by-wire.
Aturan memperjelas strategi respons keselamatan dalam berbagai skenario, seperti kegagalan sumber daya, gangguan transmisi kontrol, hingga kegagalan transmisi energi, demi menjamin keselamatan berkendara.
2. Peningkatan Mekanisme Alarm
Standar ini mengatur sistem peringatan dini terhadap penuaan komponen dan penurunan kinerja steer-by-wire, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan dan sistem tetap aman digunakan dalam jangka panjang.
3. Menjamin Pengoperasian yang Andal
Mengingat sistem kemudi modern sangat bergantung pada perangkat lunak dan kontrol elektronik, standar ini menetapkan persyaratan keselamatan fungsional untuk mencegah risiko akibat gangguan sistem listrik atau elektronik.
4. Penguatan Implementasi dan Pengujian Standar
Bagian terakhir menekankan penegakan standar melalui penyesuaian uji verifikasi keselamatan fungsional. Aturan ini juga memberikan dasar teknis bagi lembaga pengujian dan inspeksi dalam melakukan evaluasi, peninjauan dokumen, serta pengujian sistem kemudi otomotif.
Nio ET9 adalah kendaraan produksi massal pertama buatan China yang dilengkapi dengan sistem kemudi elektronik (steer-by-wire). (Foto: Nio via CarNewsChina)