Nissan Ariya Berpanel Surya: Tambah Jarak Tempuh hingga 23 Km per Hari Saat Cuaca Cerah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 09:09
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Konsep Nissan Ariya ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Lightyear dan Shunsuke Shigemoto. (Foto: Tangkapan layar YouTube Nissan) Konsep Nissan Ariya ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Lightyear dan Shunsuke Shigemoto. (Foto: Tangkapan layar YouTube Nissan)

Ntvnews.id, Jakarta - Mobil sering kali terparkir di ruang terbuka dan terpapar sinar matahari sepanjang hari. 

Kondisi ini menjadi peluang besar bagi kendaraan listrik untuk memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Melihat potensi tersebut, Nissan kembali mengeksplorasi teknologi ini melalui konsep Nissan Ariya terbaru.

Dikembangkan untuk merayakan Hari Energi Bersih, konsep crossover listrik ini dilengkapi panel fotovoltaik di kap mesin, atap, dan pintu bagasi. Total luas panel mencapai 40,9 kaki persegi (3,8 meter persegi) yang berfungsi mengubah sinar matahari menjadi daya listrik arus searah (DC).

Energi dari panel surya tersebut langsung disalurkan ke baterai Nissan Ariya. Berdasarkan hasil uji coba di dunia nyata, Nissan mengklaim teknologi ini mampu menambah jarak tempuh hingga 14,3 mil atau sekitar 23 km per hari dalam kondisi cuaca cerah.

Angka tersebut memang terdengar tidak terlalu besar, namun cukup signifikan jika melihat pola berkendara harian. Sebagai perbandingan, rata-rata masyarakat Amerika Serikat (AS) hanya menempuh jarak kurang dari 64 km per hari.

Namun, Nissan menegaskan lokasi geografis sangat memengaruhi hasilnya. Rata-rata tambahan jarak tempuh tahunan diperkirakan hanya sekitar 10,2 km per hari di London, sementara di wilayah dengan intensitas matahari tinggi seperti Dubai bisa mencapai 21,2 km per hari. 

Bahkan jika kendaraan diparkir di garasi, berkendara selama dua jam di hari cerah masih dapat menambah jarak tempuh sekitar 3 km. Meski belum menjadi solusi utama, Nissan menyebut teknologi panel surya ini berpotensi mengurangi frekuensi pengisian daya hingga 35-65 persen. 

Fitur ini juga sangat membantu di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Konsep Nissan Ariya ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Lightyear dan Shunsuke Shigemoto.

"Dengan mengeksplorasi bagaimana kendaraan dapat menghasilkan energi terbarukan sendiri, kami membuka peluang baru bagi pelanggan-kebebasan yang lebih besar, pengurangan ketergantungan pada pengisian daya, serta masa depan yang lebih bersih. Ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan visi Nissan untuk memimpin fase berikutnya dalam mobilitas listrik," kata Nissan dalam pernyataannya, dikutip dari Carscoops, Rabu (28/1/2026).

x|close