Ntvnews.id, Jakarta - BMW tengah dibuat kewalahan oleh tingginya minat pasar terhadap mobil listrik terbarunya, BMW iX3.
SUV listrik ini menjadi model pertama dari lini Neue Klasse, yang menandai era baru teknologi kendaraan listrik BMW. Meski belum banyak konsumen yang menjajal langsung performanya, antusiasme pasar sudah melonjak drastis. Bahkan, BMW iX3 nyaris terjual habis hingga akhir 2026.
Melansir ArenaEV, Rabu (4/2/2026), sejak pertama kali diperkenalkan pada musim gugur tahun lalu, BMW iX3 langsung mencuri perhatian. Dalam waktu singkat, model ini menyumbang sekitar sepertiga dari total pemesanan mobil listrik BMW di Eropa, sebuah pencapaian besar untuk satu model baru.
Biasanya, produsen mobil perlu upaya ekstra untuk meyakinkan konsumen mencoba platform anyar. Namun kali ini, desain modern dan teknologi mutakhir BMW tampaknya langsung memikat pembeli.
Lonjakan permintaan tersebut memaksa BMW menyesuaikan strategi produksinya. Saat ini, iX3 diproduksi di pabrik baru BMW di Debrecen, Hongaria, fasilitas pertama BMW yang sejak awal dirancang khusus untuk produksi mobil listrik.
Meski pabrik masih dalam tahap peningkatan kapasitas bertahap, BMW memutuskan untuk mempercepat penambahan shift kerja kedua demi mengejar permintaan pasar.
Ke depan, pabrik Debrecen ditargetkan mampu memproduksi hingga 150.000 unit mobil listrik per tahun. Namun, dengan pengiriman BMW iX3 yang baru dimulai pada Maret, sebagian besar unit untuk 12 bulan ke depan sudah lebih dulu dipesan.
Baca Juga: BMW Group Indonesia Resmikan BMW Astra Mampang, Diler Retail.Next Modern di Jakarta Selatan
BMW berharap penambahan shift kerja ini bisa mencegah konsumen harus menunggu hingga 2027 untuk mendapatkan kendaraan mereka.
Kesuksesan BMW iX3 menjadi sinyal positif bagi model Neue Klasse lainnya. Pada akhir tahun ini, BMW dijadwalkan meluncurkan Neue Klasse 3-Series, sedan paling ikonik dalam sejarah perusahaan.
Karena iX3 menggunakan platform dan bahasa desain yang sama, tingginya minat terhadap SUV ini memperkuat optimisme bila sedan listrik BMW berikutnya juga akan diterima pasar dengan sangat baik.
Menariknya, sebelum unit iX3 sampai ke tangan konsumen, BMW sudah menghadirkan sejumlah pembaruan. Mulai musim semi ini, pembeli dapat memilih opsi pengisian daya AC 22 kW, yang memungkinkan pengisian lebih cepat di rumah maupun kantor.
BMW juga menyematkan fitur Vehicle to Load (V2L), sehingga mobil dapat berfungsi sebagai sumber listrik portabel dengan daya hingga 3,7 kW, cukup untuk menghidupkan peralatan elektronik seperti mesin kopi atau perangkat listrik lainnya.
Dari sisi tampilan, BMW menambahkan warna baru Eucalyptus Green metallic dan Frozen Space Silver. Pilihan setir putih, kunci khusus bergaya M, hingga ambang pintu bagasi berbahan stainless steel turut disematkan untuk menambah kesan premium sekaligus fungsional.
Tak hanya iX3, model SUV listrik BMW lainnya seperti iX1 dan iX2 juga mendapat peningkatan teknologi.
Keduanya akan dibekali semikonduktor silikon karbida yang lebih efisien, memungkinkan peningkatan jarak tempuh hingga sekitar 40 km dalam sekali pengisian daya. Sedangkan untuk varian eDrive20, total jarak tempuh kini mencapai 514 km.
BMW iX3 nyaris terjual habis hingga akhir 2026. (Foto: Istimewa via ArenaEV)