Ntvnews.id, Jakarta - Divisi performa milik BMW, BMW M, bersiap melakukan ekspansi besar-besaran.
Setelah BMW mengumumkan lebih dari 40 model baru atau pembaruan hingga 2027, BMW M kini mengonfirmasi tengah menyiapkan hingga 30 model baru dalam 2,5 tahun ke depan.
CEO BMW M, Frank van Meel, menyebut jajaran tersebut akan mencakup model M murni serta varian M Performance. Langkah ini menjadi salah satu ofensif produk terbesar dalam sejarah divisi performa asal Jerman itu.
"Kami sedang mengerjakan hingga 30 model baru yang akan diluncurkan dalam dua setengah tahun ke depan," ujar Frank van Meel, seperti dikutip dari Carscoops, Jumat (20/2/2026).
Kendati detail lengkap belum diungkap, sejumlah prototipe telah tertangkap kamera dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa model yang dipastikan atau diprediksi meluncur, yakni BMW M5 dan BMW M5 Touring versi facelift, BMW M3 dan BMW iX3 M generasi terbaru.
Selain itu, ada pula versi terbaru BMW X5, BMW X6, dan BMW X7 dengan varian M dan M Performance, serta varian M Performance dari BMW Seri 7 facelift.
Strategi ini menunjukkan BMW M tidak hanya fokus pada sedan sport, tetapi juga memperluas dominasi di segmen SUV dan kendaraan listrik performa tinggi.
Model elektrifikasi seperti BMW i4 M60 terbukti laris di negara dengan regulasi emisi ketat. Di Prancis, misalnya, pajak CO2 untuk BMW M2 bermesin bensin bisa mencapai 18.000 euro.
Kondisi ini menjadi peluang besar bagi model listrik performa tinggi seperti BMW i3 M yang akan mengusung sistem penggerak empat motor.
Menurut van Meel, teknologi yang dibenamkan di mobil listrik M generasi baru adalah inovasi yang telah lama ditunggu para penggemar performa.
Namun demikian, BMW M tetap mempertahankan mesin enam dan delapan silinder demi memenuhi permintaan komunitas global yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik.
Di tengah ekspansi besar ini, kabar kurang menyenangkan datang bagi pecinta transmisi manual.
Menurut Frank van Meel, secara teknis transmisi manual semakin sulit dipertahankan karena membatasi torsi mesin, kurang efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Selain itu, pasarnya semakin kecil serta pemasok kurang tertarik mengembangkan gearbox baru.
Meski BMW M masih akan mempertahankan transmisi manual "selama mungkin", masa depannya disebut semakin berat, terutama memasuki dekade berikutnya.
BMW M tengah berada di fase transformasi besar, yaitu memperluas lini produk, mempercepat elektrifikasi, namun tetap menjaga warisan mesin pembakaran internal.
Sayangnya, di tengah revolusi teknologi ini, transmisi manual kemungkinan besar akan menjadi korban zaman.
Bagi para puris otomotif, ini mungkin saat yang tepat untuk menikmati sensasi kopling dan tuas manual sebelum benar-benar menjadi sejarah.
Ilustrasi. Logo BMW. (Foto: Reuters)