Ntvnews.id, Jakarta - Tesla memperluas lini produknya dengan meluncurkan varian terbaru Model YL berkapasitas enam penumpang di pasar India, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini menandai strategi agresif Tesla setelah debutnya di negara tersebut pada Juli tahun lalu.
Mengutip Reuters, Rabu (22/4/2026), model YL hadir dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang, menawarkan kabin lebih lega dan kenyamanan ekstra bagi penumpang.
Berdasarkan situs resmi Tesla, kendaraan listrik ini dibanderol sekitar 6,2 juta rupee atau setara Rp1,13 miliar.
Secara positioning, Model YL berada di antara varian premium Tesla dan model yang lebih terjangkau, menyasar konsumen kelas menengah atas yang menginginkan kendaraan listrik berukuran besar dengan fitur modern.
Peluncuran ini sejalan dengan tren pasar otomotif India yang kini menunjukkan minat tinggi terhadap SUV premium.
Konsumen semakin menyukai mobil dengan fitur canggih seperti layar sentuh besar, sunroof, serta kabin luas, yang mendorong pertumbuhan segmen sport utility vehicle (SUV).
Sejak masuk ke India, pasar otomotif terbesar ketiga di dunia, Tesla menghadapi tantangan besar berupa tarif impor yang mencapai 100%.
Hal ini membuat harga kendaraan Tesla jauh lebih mahal dibandingkan pasar global.
Saat ini, Model Y versi penggerak roda belakang dijual sekitar 6 juta rupee (sekitar Rp1,09 miliar), sementara varian jarak jauh mencapai 6,8 juta rupee (sekitar Rp1,24 miliar).
Dengan harga tersebut, Tesla masih bermain di segmen khusus, mengingat mayoritas mobil di India dijual di bawah US$22.000 (sekitar Rp377,83 juta)
Meski demikian, Tesla mengandalkan efisiensi biaya operasional yang lebih rendah, mulai dari perawatan hingga "bahan bakar" listrik.
Strategi ini diklaim dapat membantu konsumen menghemat hingga sepertiga harga kendaraan dalam waktu empat hingga lima tahun.
Menariknya, Model YL belum tersedia di pasar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Tesla lebih dulu memperkenalkan varian ini di China dengan harga mulai 339.000 yuan atau sekitar Rp853,32 juta.
Tesla merilis model YL 6-seater di India. (Foto: Reuters)