Kapolri Imbau Manfaatkan Relaksasi Kerja untuk Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 17:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan arus balik di Command Center ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/3/2026). ANTARA/Rolandus Nampu/aa. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan arus balik di Command Center ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/3/2026). ANTARA/Rolandus Nampu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Badung, Bali - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar memanfaatkan kebijakan relaksasi kerja yang diberikan pemerintah pada 25–27 Maret 2026. Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik.

“Ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini sehingga dapat mengurai puncak arus balik," ujar Kapolri saat mengunjungi Command Center ITDC Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 24 Maret 2026.

Polri memperkirakan puncak arus balik tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 23–24 Maret serta 28–29 Maret 2026. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengatur jadwal perjalanan secara lebih fleksibel.

Baca Juga: JTT Catat Lonjakan Arus Mudik ke Timur Trans Jawa Tembus 129,84 Persen

Selain itu, Kapolri juga mengingatkan potensi kepadatan di sejumlah destinasi wisata yang mengalami lonjakan kunjungan, seperti Malioboro di Yogyakarta, Pangandaran di Jawa Barat, serta kawasan Puncak dan beberapa wilayah di Bali.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur yang berpotensi diguyur hujan. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kelancaran transportasi, terutama pada jalur penyeberangan.

Kapolri pun meminta seluruh jajaran untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas guna menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

"Keberhasilan pelayanan mudik dan balik ini adalah keberhasilan bersama, seluruh stakeholder," ujarnya.

Secara umum, Kapolri menyebut pelaksanaan arus mudik hingga saat ini berjalan dengan baik. Meski jumlah pemudik meningkat dibanding tahun sebelumnya, angka kecelakaan serta tingkat fatalitas justru mengalami penurunan.

Baca Juga: Kapolri Minta Pelayanan Maksimal saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Kondisi positif ini diharapkan dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian arus balik selesai.

"Beberapa waktu yang lalu sudah kita umumkan terkait dengan angka tingkat kenaikan yang melaksanakan mudik terjadi peningkatan dibandingkan yang sebelumnya. Demikian juga terkait dengan tingkat kecelakaan dan tingkat fatalitas juga mengalami penurunan.Tentunya ini menjadi penekanan kita agar sampai dengan rangkaian arus balik selesai ini angka-angka tersebut bisa dipertahankan," ucap Kapolri.

(Sumber: Antara)

x|close