Ntvnews.id , Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan energi kerja nasional pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang, meningkat 1.896 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan perbaikan pasar tenaga kerja yang terus berlanjut seiring dengan tangguhnya perekonomian nasional.
Sektor industri menjadi salah satu penopang utama dengan kontribusi 13,57 persen terhadap total tenaga kerja, menandai bergeraknya aktivitas produksi di berbagai daerah.
Baca Juga: BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Didorong MBG dan THR PNS
Sementara itu, sektor pertanian tetap berperan penting dengan menyerap 28,78 persen tenaga kerja, diusulkan oleh perdagangan besar dan eceran yang berkontribusi sekitar 17,95 persen pada Februari 2026.
“Peningkatan jumlah penduduk bekerja diikuti penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,76 persen pada Februari 2025 menjadi 4,68 persen pada Februari 2026. Jumlah pengangguran juga menurun dari 7,28 juta orang menjadi 7,24 juta orang pada periode yang sama,” ungkap Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.
Dari total 219,54 juta penduduk usia kerja, 154,91 juta orang tergolong angkatan kerja, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 70,56 persen.
BPS juga mencatat adanya perbaikan dalam kualitas pekerjaan.
Baca Juga: BPS Laporkan Pengangguran RI Susut Jadi 7,24 Juta Orang
Proporsi pekerja penuh waktu meningkat, sementara setengah penurunan menurun, menandakan perbaikan stabilitas lapangan kerja.
Secara sektoral, tiga lapangan usaha masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yaitu pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan industri.
Ketiganya menjadi tulang punggung terciptanya lapangan kerja nasional, menyerap 60,29 persen tenaga kerja, dan berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang tumbuh solid ditengah tekanan global.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (BPS)