Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp240,1 Triliun per Maret 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 16:10
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp240,1 triliun per akhir Maret 2026 Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp240,1 triliun per akhir Maret 2026 (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp240,1 triliun per akhir Maret 2026

Defisit APBN tersebut setara dengan 0,93persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Defisitnya itu 0,93 persen dari BDB. Tapi nanti jangan dikali 4. Karena setiap tahun akan beda belanjanya dan income, siklus incomenya beda,
siklus belanjanya beda," ucap Purbaya dalam konferensi pers, Selasa 5 Mei 2026. 

"Yang jelas sepanjang tahun akan kita kendalikan di bawah 3 persen sesuai dengan desain APBN-nya. Jadi defisit sekarang Rp240,1 triliun," lanjutnya. 

Baca juga: Purbaya Siapkan Subsidi Mobil dan Motor Listrik, Kuota Awal 100 Ribu Unit

Baca juga: Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Terkait Kebocoran Restitusi Pajak

Purbaya merinci bahwa pendapatan negara telah mencapai Rp574,9 triliun atau naik 10,5 persen secara tahunan.

Di sisi lain, belanja negara tercatat sebesar Rp815 triliun atau naik 31,4 persen secara tahunan.

Ia mengungkapkan bahwa defisit keseimbangan primer tercatat sebesar Rp95,8 triliun.

Angka ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2026, yakni defisit Rp89,7 triliun.

x|close