Ntvnews.id, Jakarta - Apple kini mulai mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketergantungannya pada satu pemasok chip dengan menjajaki kerja sama baru bersama Intel dan Samsung.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi rantai pasokan perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Selama bertahun-tahun, Apple mengandalkan TSMC sebagai satu-satunya produsen chip sejak 2014, dimulai dari produksi chip A8.
Bahkan setelah berpisah dari Intel dan beralih ke silikon buatannya sendiri untuk MacBook, hubungan Apple dengan TSMC tetap sangat erat.
Namun, meningkatnya gangguan rantai pasokan global dan lonjakan permintaan chip, terutama akibat pesatnya perkembangan pusat data berbasis AI, membuat Apple mulai mempertimbangkan diversifikasi pemasok.
Dalam laporan pendapatan terbarunya, seperti dikutip dari GSM Arena, Rabu (6/5/2026), Apple juga mengakui ketergantungan tunggal pada TSMC berpotensi menjadi risiko di masa depan.
Sebagai langkah awal, Apple dilaporkan telah membuka negosiasi dengan Intel dan Samsung.
Sejumlah eksekutif penting Apple bahkan telah mengunjungi fasilitas produksi Samsung di Texas, Amerika Serikat (AS), yang diproyeksikan segera memproduksi chip canggih dalam waktu dekat.
Perubahan arah ini juga sejalan dengan reorganisasi internal Apple, di mana tim rekayasa perangkat keras dan teknologi perangkat keras kini digabung di bawah kepemimpinan Johny Srouji, Kepala Divisi Perangkat Keras Apple.
Meski begitu, tantangan utama tetap ada. Apple membutuhkan mitra manufaktur yang mampu memproduksi chip dalam skala besar dengan tingkat konsistensi tinggi.
Hingga saat ini, hanya TSMC yang mampu memenuhi standar tersebut.
Karena itu, Intel dan Samsung perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi mereka jika ingin mendapatkan kontrak besar dari Apple.
Ilustrasi - Logo Apple. (Foto: ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic) (Antara)