Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama yang terseret dalam kasus dugaan korupsi suap importasi barang di direktoratnya.
Nama Djaka diketahui muncul dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.
Kendati demikian, Purbaya menegaskan pemerintah masih menunggu perkembangan proses hukum sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Menurutnya keterangan yang muncul dalam persidangan saat ini masih berasal dari pihak terdakwa sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan.
"Kita lihat sampai tahap yang lebih jelas lagi. Ini kan baru satu sisi tertuduh ya. Tersangka menceritakan apa yang ada, yang dialami. Kan belum tentu seperti itu," ucap Purbaya, Senin 11 Mei 2026.
Baca juga: Purbaya Buka Suara Ekonom Kritik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen: Jelek-Tinggi Ribut
Ia menegaskan masih menunggu kejelasan terkait status hukum Djaka sebelum menentukan tindakan yang akan diambil.
"Kita lihat seperti apa nanti kalau statusnya sudah clear. Pak Jaka ya. Baru kita ambil tindakan," tandasnya.
Adapun nama Djaka sebelumnya muncul dalam rangkaian pertemuan yang melibatkan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama para pengusaha kargo terkait dugaan praktik pengaturan jalur impor.
Fakta tersebut terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026 kemarin.
Baca juga: Purbaya: Selama Saya Jadi Menteri Keuangan Tak Akan Ada Tax Amnesty
Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Rizal (RZL), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan, pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan.
Dalam dakwaan yang dibacakan di persidangan kemarin, nama Djaka Budi Utama disebut bersama Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan pernah menghadiri pertemuan dengan sejumlah pengusaha kargo di sebuah hotel di Jakarta pada Juli 2025. Salah satu pengusaha yang hadir dalam pertemuan itu adalah John Field.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama yang terseret dalam kasus dugaan korupsi suap importasi barang di direktoratnyaa. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)