A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Bahlil: Impor Minyak Mentah Rusia Diperkirakan Mulai Tiba 1–2 Pekan Lagi - Ntvnews.id

Bahlil: Impor Minyak Mentah Rusia Diperkirakan Mulai Tiba 1–2 Pekan Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 18:34
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Bahlil Lahadalia memperkirakan pengiriman minyak mentah impor dari Rusia ke Indonesia akan mulai dilakukan dalam satu hingga dua pekan ke depan setelah pembahasan teknis pengiriman diselesaikan.

“Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya. Mungkin satu-dua minggu ini sudah bisa, ya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Bahlil, pemerintah Indonesia dan Rusia telah mencapai kesepakatan terkait pembelian minyak mentah tersebut. Proses penandatanganan kontrak juga disebut telah selesai sehingga saat ini tinggal menunggu finalisasi teknis distribusi.

Baca Juga: Komitmen Impor Minyak dari Rusia Dilakukan Bertahap hingga Akhir 2026

“Secara deal sudah, kontrak sudah,” ucap Bahlil.

Rencana impor tersebut merupakan bagian dari realisasi komitmen pembelian minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026. Kesepakatan itu merupakan hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Sebelumnya, pada 24 April lalu, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan regulasi atau payung hukum terkait rencana impor minyak mentah tersebut.

Pemerintah saat ini mempertimbangkan dua skema impor. Opsi pertama adalah impor langsung melalui badan usaha milik negara (BUMN), sedangkan opsi kedua melalui Badan Layanan Umum (BLU).

Baca Juga: Jepang Kembali Impor Minyak Rusia

Yuliot menjelaskan jika impor dilakukan melalui BUMN, terdapat konsekuensi karena perusahaan pelat merah sudah memiliki kontrak pengadaan minyak dengan pihak lain. Karena itu, pemerintah juga mengkaji kemungkinan impor melalui BLU yang dinilai dapat memberikan fleksibilitas, termasuk dalam aspek pembiayaan.

“Ini juga lagi kami bahas antara kementerian/lembaga. Itu juga dengan badan usaha, termasuk bagaimana pada saat impor, jalur mana yang akan digunakan,” ujar Yuliot.

(Sumber: Antara)

 

x|close