A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Bank Mandiri Nilai Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026 - Ntvnews.id

Bank Mandiri Nilai Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 20:38
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Konferensi pers Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin (11/5/2026) (ANTARA/HO-Bank Mandiri) Konferensi pers Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin (11/5/2026) (ANTARA/HO-Bank Mandiri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menilai sejumlah kebijakan pemerintah berhasil menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi geopolitik global yang masih bergejolak.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,4 persen pada kuartal IV 2025.

Pertumbuhan tersebut didorong konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,52 persen secara tahunan atau year on year (yoy), serta percepatan belanja pemerintah sebesar 21,8 persen seiring implementasi berbagai program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), dan pembangunan sekolah rakyat.

Baca Juga: Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif akan terus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

"Ke depan, tantangan global akan terus ada, namun di balik setiap tantangan juga terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan," ujar Ari dalam Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Ari menjelaskan konflik antara Amerika Serikat dan Iran memang mendorong harga minyak dunia melampaui 100 dolar Amerika Serikat per barel dan memicu volatilitas pasar keuangan global.

Meski demikian, koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan.

Bank Indonesia juga dipandang terus menjalankan bauran kebijakan, termasuk intervensi nilai tukar guna menjaga stabilitas rupiah yang terdepresiasi 3,9 persen sepanjang 2026.

Menurut Ari, akselerasi belanja fiskal dan sinergi antara pemerintah, BI, dan OJK diyakini tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

Optimisme tersebut juga tercermin dari kinerja sektor perbankan yang masih menunjukkan intermediasi solid.

Kredit industri per Maret 2026 tumbuh 9,49 persen yoy dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) terjaga di level 2,14 persen.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,55 persen yoy dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 84,63 persen yang mencerminkan kondisi likuiditas memadai.

Bank Mandiri sendiri mencatatkan pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri. Kredit perseroan hingga Maret 2026 mencapai Rp1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen yoy.

DPK meningkat menjadi Rp1.675 triliun atau naik 21,1 persen yoy, dengan Current Account Saving Account (CASA) mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen yoy.

Selain itu, laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen yoy.

Perseroan juga mencatat Return on Equity (ROE) sebesar 22,1 persen, Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7 persen, serta rasio BOPO yang membaik menjadi 58,0 persen.

"Bank Mandiri optimis dapat mempertahankan kinerja yang solid sepanjang 2026. Ke depan, kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan terukur, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Ari.

Komitmen Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah juga terus diperkuat.

Baca Juga: Bank Mandiri Arahkan Dana SAL ke UMKM dan Sektor Strategis untuk Dorong Ekonomi

Hal tersebut terlihat dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp11 triliun hingga kuartal I 2026 dan telah menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor usaha produktif.

Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan Virtual Account Bank Mandiri untuk mendukung pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel dan transparan.

Selain itu, perseroan turut membiayai sekitar 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah serta mendukung pertumbuhan sekitar 80 ribu Kopdes Merah Putih guna memperkuat ekosistem penggerak ekonomi nasional.

(Sumber: Antara)

x|close