Ntvnews.id, Jakarta - Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram yang sempat mengganggu operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendapatkan penanganan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina (Persero) agar kebutuhan gas untuk dapur MBG segera terpenuhi.
"Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan," kata Nanik di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Pengoplosan Gas Elpiji Subsidi, 1.259 Tabung Jadi Barbuk
Menurut Nanik, langkah cepat Pertamina menjadi bentuk sinergi penting agar layanan MBG tetap berjalan dan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat tidak terganggu akibat kelangkaan elpiji.
"Kami berterima kasih karena responsnya sangat cepat. Yang terpenting sekarang kebutuhan operasional dapur SPPG bisa segera terpenuhi sehingga pelayanan MBG kepada masyarakat tetap berjalan," ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina (Persero) Mars Ega Legowo Putra memastikan distribusi elpiji ke wilayah terdampak langsung diprioritaskan. Pertamina disebut telah mengirim ratusan tabung gas untuk mendukung operasional dapur MBG di sejumlah daerah di NTT.
Baca Juga: 12 Orang Alami Luka Bakar Akibat Kebakaran di Gudang Gas Elpiji Bekasi
"Hari ini kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu, serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten," ujar Ega.
Ia menambahkan distribusi elpiji juga terus diupayakan menjangkau wilayah lain seperti Sumba dan Manggarai agar seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal. Pertamina, kata Ega, akan terus memantau dan menjaga ketersediaan pasokan gas di daerah terdampak.
"Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal," ujarnya.
Sebelumnya, sekitar 20 SPPG di wilayah NTT dan NTB dilaporkan terdampak kelangkaan elpiji 12 kilogram sehingga beberapa dapur MBG sempat menghentikan operasional sementara. Kondisi tersebut memengaruhi layanan penyediaan makanan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. (Istimewa)