A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

DPP Gekrafs Resmi Lantik Pengurus DPW dan DPC se-Sulawesi Tenggara - Ntvnews.id

DPP Gekrafs Resmi Lantik Pengurus DPW dan DPC se-Sulawesi Tenggara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mei 2026, 12:16
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Satu langkah besar untuk industri kreatif Bumi Anoa! DPP Gekrafs resmi melantik pengurus DPW Sultra dan 10 DPC kabupaten/kota secara serentak di Kendari, Sabtu 16 Mei 2026. Satu langkah besar untuk industri kreatif Bumi Anoa! DPP Gekrafs resmi melantik pengurus DPW Sultra dan 10 DPC kabupaten/kota secara serentak di Kendari, Sabtu 16 Mei 2026. (Istimewa)

Ntvnews.id, Kendari - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi menggelar pelantikan serentak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Tenggara bersama 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Sultra di STIE 66 Kendari pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, hadir langsung untuk melantik Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tenggara Muhammad Mirad beserta jajaran pengurus wilayah.

Pada kesempatan yang sama, DPW Sultra juga melantik pengurus DPC Gekrafs di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Terpopuler: Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Karo, Dirut Terra Drone Didakwa Lalai

Adapun DPC yang resmi dilantik meliputi Kabupaten Kolaka, Konawe, Buton Selatan, Kolaka Timur, Muna, Bombana, Kota Kendari, Wakatobi, Muna Barat, dan Kolaka Utara.

Dalam sambutannya, Kawendra Lukistian menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia adalah negara pertama yang memiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Di Astacita Presiden Prabowo Subianto, ekonomi kreatif disebut dua kali. Pertama dalam konteks ekonomi kreatif, kemudian industri kreatif dalam konteks sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Kawendra, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurutnya, keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor ekonomi kreatif juga terlihat dari dukungan anggaran yang telah disiapkan negara untuk pengembangan industri kreatif nasional.

“Artinya Presiden Prabowo saat ini memberikan perhatian yang luar biasa, termasuk menganggarkan Rp10 triliun pada tahun 2026 untuk pendanaan berbasis IP,” lanjutnya.

Kawendra juga mengutip pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengenai perubahan arah ekonomi global yang kini mulai bergeser dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi kreatif.

“Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan perekonomian di dunia dan Indonesia saat ini sedang shifting dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi kreatif. Sayangnya, literasi ekonomi kreatif di Indonesia masih terbatas,” katanya.

Karena itu, menurut Kawendra, kehadiran organisasi Gekrafs hingga tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi kreatif sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.

“Itulah alasan Gekrafs hadir bersama Gekrafs provinsi dan Gekrafs kabupaten/kota. Ini perjuangan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, membuka peluang kerja baru, serta melahirkan pelaku-pelaku kreatif daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.

Baca Juga: Usai Bebas, Amsal Sitepu Ditunjuk Kawendra Jadi Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Karo

Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tenggara Muhammad Mirad menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Gekrafs sebagai wadah kolaborasi lintas sektor bagi para pelaku ekonomi kreatif di wilayah Sulawesi Tenggara.

Di sisi lain, Ketua OKK DPP Gekrafs Arifin Ihsan Rismansyah berharap pelantikan serentak tersebut menjadi momentum memperkuat jaringan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis potensi lokal di masing-masing daerah.

(Sumber: Antara)

x|close