A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

KKP Sebut Ikan Nila Jadi Komoditas Andalan Baru Ekspor Perikanan Indonesia - Ntvnews.id

KKP Sebut Ikan Nila Jadi Komoditas Andalan Baru Ekspor Perikanan Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 11:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pekerja memberi pakan ikan nila yang dibudidayakan di Kelurahan Gelam, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Selasa (16/12/2025). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym/pri. Arsip foto - Pekerja memberi pakan ikan nila yang dibudidayakan di Kelurahan Gelam, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Selasa (16/12/2025). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan ikan nila atau tilapia kini menjadi salah satu komoditas unggulan baru ekspor perikanan Indonesia seiring meningkatnya permintaan pasar global, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi tilapia guna memenuhi kebutuhan pasar internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan budi daya ikan nila salin (BINS) di Karawang serta revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura).

“Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujar Trenggono dikutip dari siaran resmi di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Erwin Dwiyana mengatakan tilapia menjadi salah satu produk yang banyak diminati konsumen dunia.

Menurut dia, ikan nila dikenal sebagai “chicken of the sea” karena memiliki cita rasa ringan dan mudah diolah menjadi berbagai jenis hidangan. Selain itu, kandungan proteinnya juga cukup tinggi, yakni sekitar 20 hingga 29 gram per 100 gram sajian.

Baca Juga: Ekspor Produk Perikanan RI Meroket, Capai 6,27 Miliar Dolar AS Tahun 2025

Tilapia juga dinilai memiliki kandungan gizi yang baik karena rendah lemak jenuh serta mengandung asam lemak Omega-3, Omega-6, dan Omega-9, vitamin B12, serta berbagai mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang nol penolakan,” kata Erwin.

Ia menuturkan berbagai sertifikasi internasional seperti GMP-SSOP, HACCP, health certificate, ISO 22000, SQF, BAP, ASC, hingga BRC menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk tilapia Indonesia.

Salah satu perusahaan produsen ikan nila nasional, Regal Springs Indonesia, bahkan berhasil memperluas pasar hingga menjadi pemasok jaringan pub ternama di Inggris, Greene King.

Direktur Regal Springs Indonesia Tri Dharma Saputra mengatakan keberhasilan menembus pasar Inggris tidak lepas dari penerapan berbagai standar sertifikasi internasional, termasuk Aquaculture Stewardship Council (ASC).

Baca Juga: Produksi Laut & Perikanan RI Terus Meningkat: Tumbuh 3,8 Persen di Tahun 2025, Produksi 26,25 Juta Ton

“Dengan adanya ASC, budi daya perikanan dituntut bertransformasi. Semua diukur, dicatat, dan dievaluasi, mulai dari pengelolaan air, pemberian pakan, hingga menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan,” ujarnya.

Ia menambahkan penerapan standar tersebut membuat produk tilapia Indonesia tidak hanya memiliki kualitas tinggi, tetapi juga memenuhi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan.

Menurut Tri Dharma, di pasar Inggris ikan nila diolah menjadi beragam menu, mulai dari fish and chips hingga hidangan tanpa tulang untuk segmen fine dining. Ia juga menyebut tingkat keluhan konsumen terhadap produk tersebut relatif rendah.

Dari sisi harga, tilapia dinilai cukup kompetitif dibandingkan jenis ikan putih lainnya sehingga mampu bersaing dengan komoditas yang sudah lebih dulu populer seperti kod dan trout.

(Sumber: Antara)

x|close