Rupiah Anjlok, Anggota DPR Saran Gubernur BI Mundur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 14:45
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio. Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio. (YouTube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo didesak mundur dari jabatannya. Desakan ini disampaikan Anggota Komisi XI DPR Primus Yustisio.

Saran Primus ini dilontarkan, buntut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini.

Di mana, nilai tukar rupiah kian mengalami depresiasi sampai hari ini di level melampaui Rp17.600 per dolar AS.

Menurut Primus, BI tidak bisa berdiam diri usai rupiah terus mengalami pelemahan di hadapan dolar AS maupun mata uang negara lain.

"Kenapa ini? Pak Perry yang saya hormati, kadang kalau kita ambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang bapak mengundurkan diri. Tidak ada yang salah, selanjutnya terserah bapak tentu saja. Tetapi itu bukan sikap penghinaan," ujar Primus saat rapat dengan Gubernur BI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Primus menilai, BI sudah kehilangan kepercayaan dan kredibilitas usai nilai tukar terus mengalami deviasi dari target APBN yakni Rp16.500 per dolar AS.

Baca Juga: DPR Panggil BI Hari Ini, Bahas Rupiah Anjlok?

"Anda sebagai pimpinan, sebagai tokoh utamanya harus gentleman harus berani," ucapnya.

Baginya, hasil pelaksanaan tugas dan fungsi BI merupakan anomali apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 5,61% pada kuartal I/2026.

"Kalau dibandingkan dengan dolar, perbandingannya dengan dolar dan ironisnya ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapura, Australia, terhadap Ringgit (Malaysia), Riyal (Arab Saudi), Hong Kong, Euro (Eropa)," tandas mantan aktor tersebut.

x|close