A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Penyaluran KUR 2026 Capai Rp105,8 Triliun hingga Pertengahan Mei - Ntvnews.id

Penyaluran KUR 2026 Capai Rp105,8 Triliun hingga Pertengahan Mei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 15:29
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (kiri) bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 Mei 2026. Rapat tersebut membahas capaian kinerja dan anggaran Kementerian Semester I tahun 2026 dan progres pemulihan UMKM terdampak bencana Sumatera. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar. Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (kiri) bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 18 Mei 2026. Rapat tersebut membahas capaian kinerja dan anggaran Kementerian Semester I tahun 2026 dan progres pemulihan UMKM terdampak bencana Sumatera. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Sabtu, 17 Mei 2026 telah mencapai Rp105,8 triliun atau sekitar 35,8 persen dari target penyaluran tahun ini.

Dana tersebut telah disalurkan kepada 1,69 juta debitur.

Dari total penerima KUR tersebut, sebanyak 511 ribu merupakan debitur graduasi, sedangkan debitur baru tercatat mencapai 1,14 juta atau sekitar 83 persen.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026, mengatakan bahwa penyaluran KUR untuk sektor produksi menunjukkan tren peningkatan positif dengan capaian sebesar 63,5 persen dari target 65 persen.

‎“Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 60 persen,” ujar Maman.

Meski demikian, Maman menilai penyaluran kredit secara keseluruhan kepada sektor UMKM masih perlu terus ditingkatkan.

Baca Juga: Menko Muhaimin: UMKM Adalah Pahlawan Ekonomi Nasional

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 total kredit yang disalurkan oleh bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta mencapai sekitar Rp8.149 triliun.

Berdasarkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sebanyak 25 persen dari total kredit tersebut seharusnya dialokasikan untuk sektor UMKM.

Namun, realisasi penyalurannya baru mencapai 18,3 persen atau sekitar Rp1.500 triliun.

Dari jumlah itu, sekitar Rp270 triliun berasal dari penyaluran KUR, sementara sisanya sekitar Rp1.200 triliun merupakan kredit UMKM non-KUR.

‎“Ini yang terus kami dorong agar porsinya bisa meningkat sesuai target,” kata Maman.

Selain fokus pada pembiayaan, pemerintah juga terus memperkuat akses pasar dan kemitraan bagi para pelaku UMKM.

Baca Juga: Menko PM Perkuat Akses Permodalan Rakyat dengan Akad Massal KUR untuk 1.000 UMKM

Dalam program kemitraan rantai pasok, Kementerian UMKM mencatat potensi transaksi mencapai Rp2,21 triliun dengan melibatkan sekitar 804 pelaku UMKM.

Keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terus mengalami peningkatan.

Maman menyebut saat ini terdapat sekitar 57.600 UMKM yang telah terlibat sebagai pemasok dalam program tersebut.

Di sisi lain, Kementerian UMKM tengah mengembangkan program SAPA UMKM yang bertujuan mengintegrasikan data dan layanan untuk para pelaku usaha.

‎“Hasilnya cukup positif, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Evaluasi akan terus dilakukan agar layanan yang diberikan semakin optimal bagi UMKM,” ujar Maman.

Maman menjelaskan bahwa program SAPA UMKM saat ini telah memasuki tahap uji coba di Bandung, Makassar, dan Bali dengan melibatkan sekitar 1.000 pelaku usaha mikro.

(Sumber: Antara)

x|close