Jelang Idul Adha, Kementan Jaga Pasokan Bawang Merah Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 23:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.  Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah menjelang Iduladha 1447 Hijriah. 

Dalam hal ini, pemantauan di sejumlah sentra produksi utama seperti Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut, hingga Probolinggo menunjukkan produksi bawang merah nasional masih terkendali.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi nasional rata-rata mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun.

Sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,26 juta ton per tahun.

"Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” ucap Ratule dalam keterangannya, Kamis 21 Mei 2026.

Baca juga: Dinas KPKP DKI Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Cabai dan Bawang

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan musim tanam Maret–Mei tahun ini diwarnai cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti ulat grayak dan moler, sehingga memengaruhi produktivitas di beberapa sentra produksi. 

Meski demikian, distribusi bawang merah dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut masih berjalan lancar.

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama," jelas Agung.

Baca juga: Satresmob Bareskrim Tangkap Komplotan Curas Bersenpi Rp800 Juta di Tulang Bawang Barat

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyampaikan stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia meski produksi di sejumlah daerah mengalami penurunan sekitar 30–40 persen akibat cuaca ekstrem.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” ujarnya.

x|close