Pertamina Ungkap Potensi 11,3 Miliar Barel Migas Non-Konvensional di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 15:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pembukaan The Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) di Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/aa. Pembukaan The Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) di Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang, Banten - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan Indonesia memiliki potensi sumber daya migas non-konvensional mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat atau billion barrels oil in place (BBO).

Dalam sesi Global Executive Talk di IPA Convex, Tangerang, Banten, Rabu, Oki menyebut temuan tersebut menjadi kabar positif di tengah semakin terbatasnya sumber daya migas konvensional di dunia.

“Kabar baiknya, baru-baru ini kami menemukan 11 miliar barel minyak di tempat untuk nonkonvensional,” ujar Oki Muraza.

Menurut dia, era “easy energy” atau masa ketika sumber daya migas konvensional mudah ditemukan kini mulai berakhir. Kondisi tersebut mendorong perusahaan energi untuk beradaptasi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam eksplorasi serta produksi energi.

Oki menilai tantangan utama Indonesia saat ini adalah menyiapkan regulasi dan kebijakan fiskal yang kompetitif guna mendukung pengembangan migas non-konvensional (MNK).

“Setelahnya, kami akan mengundang mitra-mitra, perusahaan, untuk menciptakan ekosistem seperti yang dimiliki oleh Permian Basin (di Amerika Serikat),” ujar Oki.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Sektor Hulu Migas Dikecualikan dari PP Tata Kelola Ekspor SDA

Selain regulasi dan investasi, Pertamina juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar Indonesia semakin siap mengembangkan sektor migas non-konvensional di masa depan.

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Rokan mengidentifikasi potensi besar migas non-konvensional pada sub-cekungan North Aman dengan estimasi sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat.

Potensi tersebut dinilai menjadi peluang besar yang selama ini belum pernah tergarap secara optimal di Indonesia.

Baca Juga: Kementerian ESDM Lelang 13 Blok Migas pada IPA Convex 2026

PHR juga telah menyiapkan peta jalan pengembangan migas non-konvensional secara bertahap. Tahapan awal dimulai dengan target pemberian kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) pada kuartal II 2026.

Selanjutnya, pengeboran sumur appraisal ditargetkan berlangsung pada kuartal IV 2026. Produksi awal diproyeksikan mulai berjalan pada 2028, dilanjutkan pengembangan skala besar pada 2030 dan seterusnya, dengan target puncak produksi pada 2037.

(Sumber: Antara)

x|close