Pemerintah Luncurkan SAPA-UMKM, Platform Terpadu Perkuat Ekosistem UMKM Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 14:55
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemerintah Luncurkan SAPA-UMKM, Platform Terpadu Perkuat Ekosistem UMKM Nasional Pemerintah Luncurkan SAPA-UMKM, Platform Terpadu Perkuat Ekosistem UMKM Nasional (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan Sistem Aplikasi Pelayanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau SAPA-UMKM, sebuah platform layanan terpadu satu pintu yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional secara terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan.

Soft launching platform tersebut digelar di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.

Peluncuran dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, hingga Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Baca Juga: Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan kebangkitan ekonomi suatu negara sangat bergantung pada kekuatan sektor UMKM.

“Sekarang kewajiban kita membangun entrepreneur. Tidak ada satu pun negara yang kuat tanpa usaha yang kuat. Makin kuat UMKM-nya, di situlah negara ditopang. SAPA-UMKM adalah revolusi digital untuk pengembangan usaha kecil menengah Indonesia,” ujar Rachmat dalam acara peluncuran di Jakarta.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai penguatan data UMKM menjadi langkah penting untuk mendukung penyusunan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“SAPA-UMKM adalah sebuah sistem di mana kita bisa mengetahui update seluruh perkembangan pengusaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air kita,” kata Maman.

Menurutnya, platform tersebut dirancang dengan mengintegrasikan data, layanan, hingga akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia dan dapat dimanfaatkan bersama antarinstansi pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai sekitar 59 juta usaha.

Berdasarkan data terpadu hasil kerja sama BPS dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada 2022 dan 2023, terdapat sekitar 30,2 juta UMKM non-pertanian. Sementara hasil Sensus Pertanian 2023 mencatat sekitar 29 juta UMKM sektor pertanian.

“Sehingga, kira-kira totalnya saat ini adalah 59 juta UMKM pertanian dan non-pertanian,” ujar Amalia.

Amalia juga mengapresiasi peluncuran SAPA-UMKM yang dinilai dapat memperkuat integrasi data dan statistik nasional.

Menurutnya, SAPA-UMKM akan menjadi sumber data penting bagi BPS, terutama dalam penghitungan Produk Domestik Bruto atau PDB, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga pelengkap penyusunan statistik nasional lainnya.

Lebih lanjut, Amalia menyebut peluncuran SAPA-UMKM menjadi momentum strategis menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

UMKM diperkirakan akan menjadi kelompok usaha terbesar dalam populasi usaha yang akan didata pada Sensus Ekonomi 2026 mendatang.

x|close