Kemensos dan Komdigi Kejar Infrastruktur Digital 93 Sekolah Rakyat Rampung Juli 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 13:35
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo (kanan) memberikan keterangan pers terkait progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo (kanan) memberikan keterangan pers terkait progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan infrastruktur pembelajaran digital di 93 titik Sekolah Rakyat permanen dapat beroperasi penuh pada Juli 2026 untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan percepatan pembangunan fasilitas digital dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan fisik tahap kedua yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Komdigi akan bekerja sama dengan Kementerian PU dan Kementerian Sosial untuk membangun infrastruktur bagi infrastruktur pembelajaran digital. Instalasi sambungan internet maupun hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu dilakukan percepatan agar bulan Juli bisa dimanfaatkan," kata dia usai pertemuan terbatas dengan Menteri PU di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Saifullah, penyelesaian infrastruktur digital pada Juli menjadi hal penting agar para siswa dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat langsung memanfaatkan sistem pembelajaran digital sejak hari pertama masuk sekolah.

Ia menilai integrasi jaringan internet di Sekolah Rakyat akan membantu mengurangi kesenjangan literasi digital sekaligus membuka akses pembelajaran modern bagi anak-anak rentan di berbagai daerah.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih menghadapi tantangan dalam proses penyambungan jaringan telekomunikasi, terutama terkait kondisi geografis dan koordinasi antarlembaga di lapangan.

Baca Juga: Mensos Nonaktifkan Dua Pejabat Kemensos Terkait Evaluasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah berencana memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui rapat terpadu yang akan digelar di Kantor Staf Presiden (KSP).

"Koordinasi akan kita perkuat nanti di minggu depan di Kantor Staf Presiden (KSP), di kantornya Pak Dudung ya. Insyaa Allah minggu depan akan kita lakukan koordinasi lagi," kata dia.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah atau Desil 1-4 berdasarkan DTSEN.

Program tersebut juga terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintah lainnya seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Merah Putih, hingga Program 3 Juta Rumah.

Baca Juga: Gus Ipul Ungkap 32 Ribu Siswa Masuk Sekolah Rakyat Tahun Ini

Berdasarkan data Kemensos, hingga saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang telah beroperasi di 38 provinsi sejak Juli 2025. Fasilitas tersebut menampung sekitar 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan dukungan ribuan tenaga pendidik.

Pemerintah juga tengah membangun 101 Sekolah Rakyat permanen tahun ini sebagai bagian dari target pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kemensos turut menambah 10 titik Sekolah Rakyat rintisan khusus untuk anak telantar, anak jalanan, dan anak yang berpotensi putus sekolah.

(Sumber: Antara)

x|close