Zulhas: Program MBG Libatkan 148 Ribu Pemasok Pangan Lokal, Diperkuat Lewat KDMP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 18:01
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menggandeng sekitar 148 ribu pemasok pangan lokal. Ke depan, pemerintah akan memperkuat program tersebut melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) agar penyerapan hasil produksi masyarakat semakin luas.

"Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah. Forum itu diikuti organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, akademisi, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dalam dialog tersebut, para peserta membahas pengembangan pangan lokal, penguatan perhutanan sosial, hingga strategi memperkuat ekonomi desa melalui berbagai masukan dari unsur masyarakat dan pemerintah.

Baca JugaAPPMBGI dan Kemenko Pangan Sepakat Perkuat Kolaborasi dalam Tata Kelola Program MBG

Menurut Zulhas, Indonesia memiliki kekayaan komoditas pangan yang beragam sehingga pengembangan pangan lokal perlu terus didorong agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

"Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program MBG dan KDMP sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM," ujarnya.

Ia menjelaskan penguatan pangan lokal menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Pemerintah juga terus mendorong agar kebutuhan bahan baku Program MBG dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Baca JugaMenko Pangan Pimpin Rapat Percepatan Kopdes Merah Putih di Bali

Zulhas menilai kolaborasi antara Program MBG dan KDMP akan memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka pasar yang berkelanjutan bagi berbagai komoditas pangan lokal.

"Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional," ungkap dia.

Ia menambahkan ketahanan pangan harus dibangun sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar produktivitas sektor pangan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Pemerintah berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya sistem pangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) pada April 2026 mencatat Program Makan Bergizi Gratis turut menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Di Jawa Barat, sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperkirakan mampu menciptakan perputaran ekonomi mencapai Rp6 triliun setiap bulan.

BGN juga mencatat sekitar 70 persen anggaran setiap SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku, dengan sekitar 95 persen di antaranya berasal dari produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat pasar bagi hasil produksi masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

(Sumber: Antara)

x|close