Warning: mkdir(): Permission denied in /www/ntvweb/system/core/Log.php on line 131

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mkdir(): Permission denied

Filename: core/Log.php

Line Number: 131

Backtrace:

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

SBY Sebut UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Era Ketidakpastian Global - Ntvnews.id

SBY Sebut UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi di Era Ketidakpastian Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 14:13
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono usai bertakziah atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am. Arsip foto - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono usai bertakziah atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, terutama ketika dunia menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat akibat berbagai dinamika global.

Dalam pidatonya pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis, SBY menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi di tingkat internasional. Menurutnya, dunia saat ini memasuki era baru yang ditandai dengan meningkatnya rivalitas geopolitik, berbagai konflik bersenjata, serta perubahan pola rantai pasok global yang berdampak pada stabilitas ekonomi banyak negara.

Meskipun tantangan tersebut semakin kompleks, SBY menilai Indonesia bersama negara-negara ASEAN memiliki modal penting untuk bertahan, yakni jutaan pelaku UMKM yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa sektor usaha kecil memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi saat terjadi gejolak ekonomi global.

"Ketika guncangan global terjadi, sistem bisa melemah, investasi menjadi lebih berhati-hati, dan pasar internasional berfluktuasi,” kata SBY.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Ungkap Integritas SBY: Tak Pernah Tergoda Perpanjang Kekuasaan

“Namun, komunitas akar rumput tetap beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali. Untuk itu, pemberdayaan UMKM bukan sekadar agenda sosial, melainkan agenda ekonomi yang strategis," katanya menambahkan.

SBY menjelaskan bahwa di berbagai negara Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Vietnam, Filipina hingga Thailand, UMKM berkontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian melalui berbagai sektor, seperti perdagangan, industri manufaktur berskala kecil, pertanian, perikanan, logistik, hingga usaha berbasis teknologi digital.

Menurutnya, negara yang mampu mendorong pertumbuhan kewirausahaan akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih tangguh, tingkat partisipasi ekonomi yang lebih luas, serta kondisi sosial yang lebih stabil. Pandangan tersebut, kata SBY, didasarkan pada pengalaman Indonesia menghadapi sejumlah krisis besar, mulai dari krisis ekonomi Asia 1997–1998, bencana tsunami Aceh tahun 2004, hingga krisis keuangan global pada 2008.

Baca Juga: SBY Ingatkan Ancaman Krisis Global Jika Perang Timur Tengah Tak Segera Usai

Dari berbagai peristiwa tersebut, ia melihat bahwa kekuatan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakatnya untuk tetap produktif, menjaga hubungan sosial, dan memiliki optimisme dalam menghadapi masa depan.

Selain membahas peran UMKM, SBY juga menyoroti perkembangan teknologi yang dinilainya membuka peluang besar bagi peningkatan inklusi ekonomi. Kehadiran layanan keuangan digital, perdagangan elektronik, serta berbagai platform berbasis teknologi telah memberikan akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk memperoleh pembiayaan, menjangkau pasar yang lebih besar, dan mengembangkan usahanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga berpotensi menimbulkan kesenjangan apabila hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Oleh sebab itu, transformasi digital harus diiringi dengan perluasan akses dan inklusi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close