Kementrans Cari Investor untuk Bangun Sekolah Vokasi Pariwisata di Manggarai Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jun 2026, 08:32
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kanan) dan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Wang Lutong (kiri) mengunjungi SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Kementerian Transmigirasi. Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kanan) dan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Wang Lutong (kiri) mengunjungi SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Kementerian Transmigirasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi dengan menjajaki kerja sama investasi untuk pembangunan sekolah vokasi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil seiring berkembangnya sektor pariwisata di Labuan Bajo.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan pihaknya saat ini sedang menawarkan sejumlah lokasi di kawasan transmigrasi kepada investor yang berminat mengembangkan pusat pendidikan vokasi pariwisata.

“Saya juga nanti akan berkunjung ke area (di Manggarai Barat) yang sedang kami tawarkan kepada para investor, mungkin nanti untuk dibangun semacam sekolah vokasi pariwisata supaya hospitality-nya bisa lebih baik lagi,” kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut Iftitah, pendidikan menjadi faktor utama agar masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat langsung dari pertumbuhan investasi dan pembangunan yang berlangsung di daerah mereka. Karena itu, peningkatan investasi di sektor pendidikan dan pelatihan vokasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing masyarakat di kawasan transmigrasi.

Selain sekolah vokasi pariwisata, Kementrans juga mendorong pembangunan pusat pembelajaran atau learning center bahasa Mandarin. Gagasan tersebut muncul seiring meningkatnya jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir.

“Labuan Bajo sekarang sudah menjadi pusat destinasi wisata dunia. Jangan sampai masyarakat lokal tertinggal. Karena itu, pendidikan merupakan kunci terbaik untuk kita semua,” tuturnya.

Baca Juga: Infografik: Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026

Tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas pendidikan baru, Kementrans juga memberikan perhatian terhadap peningkatan sarana pendidikan yang telah ada. Salah satu dukungan yang diberikan adalah renovasi serta penyediaan infrastruktur penunjang di SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Iftitah menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur dasar merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan transmigrasi. Dalam kunjungannya, ia juga mengajak Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, meninjau pembangunan fasilitas toilet di sekolah tersebut.

“Adik-adik yang ada di sini akan menjadi penerus generasi kami. Kami akan sekuat tenaga membantu pendidikan yang ada di kawasan transmigrasi di Manggarai Barat ini supaya nanti lebih baik lagi,” ujar Mentrans Iftitah.

Sementara itu, Wang Lutong menyambut positif rencana pengembangan pusat pembelajaran bahasa Mandarin di Labuan Bajo. Menurutnya, kebutuhan akan kemampuan berbahasa Mandarin diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya investasi dan kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke wilayah tersebut.

Baca Juga: Wamenpar Ajak ASITA Perkuat Kolaborasi Majukan Pariwisata Indonesia

“Saya percaya bahwa di masa depan pasti akan semakin banyak investor yang berinvestasi ke sini. Apalagi sekarang banyak sekali wisatawan dari Tiongkok yang berkunjung ke Labuan Bajo. Jadi, belajar bahasa Mandarin sangat penting bagi kita semua di sini,” imbuhnya.

Pemerintah berharap berbagai program pendidikan dan pelatihan tersebut dapat memperkuat kompetensi masyarakat lokal sehingga mampu berpartisipasi secara aktif dalam pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di masa mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close