Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat 12 Juni 2026.
Adapun mata uang Garuda tercatat naik 59 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen global, terutama terkait harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.
Menurutnya, optimisme pasar muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran berpotensi tercapai dalam waktu dekat.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat," ucap Lukman, Jumat 12 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Kembali Menguat Rp17.941 per Dolar AS di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Dari dalam negeri, sentimen positif juga masih menopang pergerakan rupiah.
Dalam hal ini, ia menyebut pasar menaruh ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dalam rapat dewan gubernur pekan depan.
Selain itu, kabar mengenai potensi pengurangan kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut dinilai memberikan ruang bagi perbaikan persepsi fiskal.
"Sentimen domestik masih kuat, oleh ekspektasi kenaikan suku bunga BI minggu depan dan kabar bahwa anggaran MBG akan kembali dikurangi," lanjutnya.
Baca juga: Pemerintah Optimistis Nilai Tukar Rupiah Akan Menguat di Semester II
Meski demikian, Lukman mengingatkan pelaku pasar tetap mencermati perkembangan demonstrasi yang berlangsung pada hari ini karena berpotensi memengaruhi sentimen investor.
Dalam hal ini, ribuan mahasiswa dijadwalkan berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada hari ini. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya.
Mereka menuntut pemerintah memperkuat posisi rupiah dibanding mata uang asing. Selain itu, mahasiswa juga mempersoalkan kenaikan harga BBM, setop militerisme di ranah sipil, hingga meminta program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dihentikan.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist