Bahlil: Proyek Hilirisasi Baterai Kendaraan Listrik Siap Diresmikan Akhir Juli 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 05:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa program hilirisasi baterai untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik dijadwalkan akan diresmikan pada Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Bahlil, salah satu agenda rapat bersama Presiden adalah mengevaluasi perkembangan sejumlah program hilirisasi yang telah berjalan.

"Tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi karena beberapa sudah jalan. Kami juga melaporkan Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerja sama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan Insya Allah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir. Itu sudah selesai," kata Bahlil kepada wartawan.

Selain membahas hilirisasi, pemerintah juga meninjau kondisi ketahanan energi nasional. Bahlil menyebut pasokan energi Indonesia saat ini berada pada tingkat yang cukup aman.

"Yang kedua, kami juga melakukan rapat dengan Presiden untuk membahas tentang energi kita dan energi kita akan bisa ketahanan energi kita rata-rata di atas 20 hari minimum," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, rapat turut membahas upaya menjaga stabilitas layanan publik, khususnya pasokan listrik yang disediakan PT PLN (Persero). Bahlil mengatakan evaluasi dilakukan bersama jajaran PLN untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang memengaruhi pelayanan kelistrikan.

"Yang ketiga, kami juga tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan pemerintah, pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya terkait dengan listrik. Dan tadi sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah. Ada tiga masalah," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang dibahas berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), sementara persoalan lainnya menyangkut pasokan batu bara dengan kalori menengah yang dibutuhkan PLN untuk proses pencampuran bahan bakar.

Baca Juga: Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Pengadaan Batu Bara PLN, Cegah Gangguan Pasokan Listrik Terulang

"Satunya itu adalah menyangkut PLTG yang di awal. Yang kedua itu adalah pemenuhan terhadap batu bara high kalori yang medium. Total konsumsi batu bara PLN kita setiap tahun itu 154 juta ton," tambahnya.

Bahlil menuturkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan penugasan kepada sejumlah perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN yang mencapai sekitar 180 juta hingga 190 juta ton per tahun. Sementara itu, kontrak pengadaan batu bara yang telah ditandatangani PLN mencapai 134 juta ton.

"Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," sebutnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia <b>(NTVnews)</b> Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Ia memastikan persoalan tersebut telah ditangani pemerintah sehingga tidak lagi menjadi kendala bagi operasional PLN. Pemerintah juga meminta PLN mempercepat pelaksanaan pemeliharaan infrastruktur guna meningkatkan keandalan layanan kepada masyarakat.

"Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat. Saya pikir itu," sambungnya.

Bahlil juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya dari PLN, gangguan listrik yang sempat terjadi telah berhasil diminimalkan.

"Namanya saya sudah lupa. Tapi mulai tadi PLN menyampaikan kepada saya dalam rapat bahwa mulai hari ini itu sudah tidak ada terjadi gangguan lagi. Itu menurut Dirut PLN ya. Karena urusan teknis terhadap pelayanan operasional listrik itu ada pada PLN. Pemerintah itu regulator," pungkasnya.

x|close