Airlangga Pastikan Stimulus Rp26,34 Triliun Tak Goyahkan Defisit APBN 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 16:17
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026 Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa tambahan anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 tidak akan berdampak terhadap target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.

Saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada senin, 22 Juni 2026, Airlangga memastikan kondisi fiskal tetap terkendali meskipun pemerintah mengeluarkan paket stimulus baru.

"(Defisit fiskal) aman," ujar Airlangga.

Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp26,34 triliun untuk program stimulus ekonomi pada semester kedua 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca JugaDPR Soroti Besarnya Kewajiban Utang, APBN Harus Dikelola Ekstra Hati-Hati

Dari total anggaran yang disiapkan, sebesar Rp2,04 triliun dialokasikan untuk insentif sektor transportasi. Sementara itu, program magang dan vokasi memperoleh dukungan anggaran Rp6,26 triliun, sedangkan bantuan pangan mendapat porsi terbesar dengan nilai Rp18,04 triliun.

Selain memastikan keamanan fiskal, Airlangga juga menyatakan bahwa pemerintah belum melakukan perubahan maupun penyesuaian terhadap postur APBN 2026 setelah paket stimulus tersebut diluncurkan.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp689,1 triliun. Namun demikian, meningkatnya harga minyak dunia serta pelemahan kurs rupiah membuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit berpotensi melebar hingga sekitar 2,90 persen dari PDB.

Berdasarkan data hingga Mei 2026, defisit APBN tercatat mencapai Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap PDB.

Baca Juga: Pemerintah Tarik Utang Rp386 Triliun hingga Mei 2026, Defisit APBN Tetap Terjaga di Level 0,70 Persen PDB

Di sisi penerimaan, pendapatan negara telah terkumpul sebesar Rp1.185 triliun. Angka tersebut mencapai 37,6 persen dari target APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. Secara tahunan, realisasi pendapatan negara tumbuh 19,1 persen.

Sementara itu, belanja negara hingga Mei 2026 terealisasi sebesar Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN yang mencapai Rp3.842,7 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi belanja negara meningkat 34,4 persen.

(Sumber: Antara)

x|close