A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menkop Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah melalui Kolaborasi MES dan Menara Syariah - Ntvnews.id

Menkop Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah melalui Kolaborasi MES dan Menara Syariah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 22:38
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menkop Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah melalui Kolaborasi MES dan Menara Syariah Menkop Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah melalui Kolaborasi MES dan Menara Syariah (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menekankan pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia melalui sinergi antara industri takaful atau asuransi syariah, sektor koperasi, serta kerja sama dengan mitra internasional.

Menurut Ferry, keberhasilan pembangunan ekonomi syariah tidak cukup diukur dari besarnya nilai transaksi maupun capaian ekonomi semata. Ia menilai ukuran keberhasilan juga harus mencerminkan kontribusi terhadap kemaslahatan masyarakat, keadilan, dan keberlanjutan sebagai prinsip utama ekonomi syariah.

Dalam pidatonya pada simposium hasil kolaborasi Menara Syariah dan Universiti Utara Malaysia (UUM) bertajuk “Reimagining Takaful for Sustainable World” di Menara Syariah PIK 2, Senin, 22 Juni 2026, Ferry menyoroti besarnya potensi koperasi dalam mendukung perluasan industri takaful di Indonesia.

“Sektor koperasi memiliki kapasitas besar untuk andil dalam perluasan industri takaful ini. Hal itu dikarenakan struktur ekonomi Indonesia ditopang oleh basis ekonomi rakyat yang kokoh, jaringan komunitas yang masif, serta geliat pergerakan koperasi yang merambah hingga ke pelosok desa,” ujar Menkop.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari Indonesia dan Malaysia, di antaranya Komisaris Utama Menara Syariah Harianto Solichin, Dekan Islamic Business School Universiti Utara Malaysia (UUM) Selamah Maamor, Dewan Pakar PP Muhammadiyah Aries Muftie, Dekan UUM Asmadi Mohamed Naim, Pengurus Pusat MES Boy Rafly Amar, serta Sekretaris Jenderal MES yang juga Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU), yakni antara Menara Syariah dan UUM serta antara Menara Syariah dan MES. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri keuangan syariah dan takaful di Indonesia maupun Malaysia.

Ferry mengungkapkan bahwa konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor ekonomi syariah kini telah melampaui USD2 triliun per tahun dan diperkirakan terus bertumbuh pada masa mendatang. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi salah satu komponen penting dalam perekonomian global.

Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 240 juta jiwa, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah, termasuk sektor takaful. Ia juga menilai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas implementasi ekonomi syariah hingga ke tingkat desa.

“Prinsip-prinsip yang mendasari pergerakan koperasi, seperti semangat gotong royong, kebersamaan, asas keadilan, dan pemerataan kesejahteraan, memiliki keterikatan nilai yang amat kuat dengan sendi-sendi ekonomi syariah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ferry menilai industri takaful memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas bisnis keuangan. Menurutnya, konsep tersebut juga mencerminkan nilai ta’awun atau saling membantu yang menjadi salah satu fondasi ekonomi syariah.

“Parameter kesuksesan industri takaful wajib diukur dari efektivitasnya dalam memicu kesejahteraan, mengokohkan jaring pengaman sosial, serta menyalurkan dampak positif yang riil bagi khalayak luas,” tutur Ferry secara lugas.

Mewakili pengurus MES, Ferry menyatakan optimisme bahwa ekonomi syariah Indonesia akan terus berkembang. Ia berharap Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga menjadi pusat inovasi, produsen, dan motor pertumbuhan ekonomi syariah di tingkat global.

“Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan dorongan serta sokongan penuh dari seluruh elemen gerakan ekonomi syariah beserta para pemangku kepentingan, agar ikhtiar ini mampu mendorong perbaikan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan,” pungkas Menkop Ferry.

Sementara itu, Komisaris Utama Menara Syariah Harianto Solichin berharap kerja sama yang telah disepakati bersama MES dan UUM dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret. Menurutnya, potensi pengembangan ekonomi syariah dan industri takaful di Indonesia masih sangat besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, ia menilai kolaborasi antara berbagai pihak strategis menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan sektor tersebut.

Pandangan serupa disampaikan Dekan Islamic Business School UUM, Selamah Maamor. Ia menjelaskan bahwa gagasan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat industri ekonomi syariah sebenarnya telah dirintis sejak 2024.

Selamah menyambut baik terwujudnya kolaborasi tersebut dan menilai keterlibatan MES semakin memperkuat upaya bersama kedua negara dalam mengembangkan industri ekonomi syariah.

“Kami dari pihak Malaysia berkomitmen penuh untuk berjalan beriringan dengan pelaku industri di Indonesia guna memastikan bahwa tata kelola industri asuransi syariah serta iklim ekonomi syariah mampu berjalan dengan lebih baik dan kompetitif di masa depan,” jelasnya.

x|close