Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 26 Juni 2026 kembali melontarkan ancaman kebijakan perdagangan dengan menyatakan siap mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap ekspor dari negara-negara yang menerapkan pajak layanan digital kepada perusahaan asal AS.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyoroti sejumlah negara di Eropa yang tengah atau telah menerapkan pajak jasa digital. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pendapatan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menurut Trump, kebijakan tarif yang disiapkan pemerintahannya akan berlaku di atas setiap kesepakatan dagang yang dimiliki negara-negara tersebut dengan Amerika Serikat.
Tarif baru pemerintahannya akan "menggantikan" perjanjian perdagangan apa pun dengan AS, "baik yang telah diterapkan, ditandatangani, atau belum," katanya memperingatkan.
Baca Juga: Presiden Komisi Eropa Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump: Siap Ambil Langkah Balasan
Trump juga menegaskan ancaman tersebut akan segera direalisasikan apabila negara-negara terkait tetap melanjutkan penerapan pajak digital.
"Selain itu, TARIF 100% akan segera diberlakukan, jika mereka melanjutkan," tulisnya, tanpa merinci bagaimana langkah tersebut akan diperkenalkan, termasuk otoritas hukum mana yang mungkin akan digunakannya.
Pernyataan itu ditujukan kepada sejumlah negara besar di Eropa, termasuk Prancis dan Jerman. Ancaman tersebut muncul tidak lama setelah hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sempat menunjukkan tanda mereda dalam pertemuan puncak G7 yang berlangsung awal Juni di Evian-les-Bains, Prancis.
Dalam forum tersebut, para pemimpin G7, termasuk Trump dan sejumlah pemimpin Eropa, menyepakati penguatan dukungan bagi Ukraina serta pengetatan sanksi terhadap Rusia.
Baca Juga: Dewan Keamanan Rusia Sebut Tarif Baru AS Ancam Stabilitas Perdagangan Global
Meski demikian, perbedaan pandangan antara Trump dan negara-negara Eropa terkait isu perdagangan serta keamanan masih terlihat jelas. Presiden AS itu berulang kali mengkritik Eropa karena dianggap menikmati keuntungan perdagangan yang tidak seimbang dan dinilai belum memberikan kontribusi yang cukup terhadap kebutuhan pertahanan serta keamanan kawasan mereka sendiri.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)