BRI Nilai Penempatan Dana SAL Perkuat Likuiditas dan Pembiayaan Sektor Produktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 11:12
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. (Antara)

Ntvnews.id, JakartaPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan dukungannya terhadap keputusan pemerintah untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat likuiditas perbankan sekaligus menjaga fungsi intermediasi agar tetap optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada perseroan dalam penempatan dana SAL. Menurut dia, kerja sama yang erat antara pemerintah dan industri perbankan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan serta menopang pertumbuhan ekonomi.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, apabila kebijakan tersebut terealisasi, tambahan dana yang masuk akan dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian perbankan dan pengelolaan risiko yang baik. BRI akan tetap menyalurkan pembiayaan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi fokus utama perseroan.

Baca Juga: Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun di BI ke Himbara hingga Akhir 2026

Penyaluran kredit tersebut akan mempertimbangkan kualitas pembiayaan serta kebutuhan riil dunia usaha. Tambahan likuiditas juga dipandang berpotensi meningkatkan kemampuan intermediasi perbankan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang sehat di berbagai sektor ekonomi.

Hingga akhir Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only tercatat mencapai Rp1.358 triliun. Sebagian besar kredit tersebut disalurkan kepada UMKM dan sektor riil yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dukungan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif yang mampu memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan peran perseroan sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.

“Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” imbuh Hery.

Baca Juga: Purbaya Tambah Dana SAL Rp100 T ke Himbara, Total Penempatan Tembus Rp400 T

Untuk mendukung ekspansi pembiayaan tersebut, BRI juga akan terus meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah atau current account saving account (CASA), melalui penguatan ekosistem digital yang dimiliki perusahaan.

“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” kata Hery.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memutuskan kembali menempatkan dana SAL di bank-bank Himbara dengan nilai mendekati Rp400 triliun. Kebijakan tersebut dilakukan setelah sebagian dana sempat ditarik pada pertengahan tahun ini.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan pemerintah sebelumnya menarik dana SAL sebesar Rp110 triliun pada Juni 2026 dari sisa penempatan dana yang mencapai Rp281 triliun.

Dana tersebut kini dikembalikan ke sistem perbankan dan jumlah penempatannya kembali menjadi Rp281 triliun. Pemerintah berencana mempertahankan posisi dana tersebut hingga akhir tahun.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan dana cadangan atau standby fund sebesar Rp100 triliun yang saat ini masih ditempatkan di Bank Indonesia. Dengan tambahan tersebut, total dana SAL yang berpotensi ditempatkan di sektor perbankan dapat mencapai Rp381 triliun.

(Sumber: Antara)

x|close