BMKG Catat 2.403 Gempa Susulan di Flores Pascagempa M7,7

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 09:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026. RSUD TC Hillers Maumere mengoperasikan tenda-tenda darurat untuk merawat pasien karena bangunan utama mengalami kerusakan di sejumlah titik akibat gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. serta mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026. RSUD TC Hillers Maumere mengoperasikan tenda-tenda darurat untuk merawat pasien karena bangunan utama mengalami kerusakan di sejumlah titik akibat gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. serta mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 2.403 gempa bumi susulan terjadi di kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Selasa malam, 18 Agustus 2026. Ribuan gempa tersebut terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Data yang dipublikasikan BMKG pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, menunjukkan gempa susulan memiliki magnitudo yang bervariasi. Gempa dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo 1,3, sedangkan yang terbesar mencapai magnitudo 6,2.

Dari 2.403 gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo lebih dari 5,0. Sementara itu, masyarakat dapat merasakan langsung getaran dari 72 gempa yang terjadi setelah gempa utama.

Rangkaian gempa susulan masih berlangsung di zona tektonik Flores Back-Arc. Kondisi tersebut membuat masyarakat di Flores dan wilayah sekitarnya perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Baca JugaGempa Flores Rusak 19.297 Rumah di NTT, Manggarai Timur Terbanyak

BMKG mengingatkan warga yang terdampak agar tidak kembali menempati rumah atau bangunan yang mengalami retakan struktural dan belum dinyatakan aman. Langkah tersebut diperlukan untuk menghindari risiko bangunan roboh akibat guncangan susulan.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mempercayai informasi kebencanaan yang tidak memiliki sumber jelas. Perkembangan aktivitas tektonik sebaiknya dipantau melalui aplikasi serta kanal komunikasi resmi BMKG.

Berdasarkan data Pusat Data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Selasa malam, 18 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT tercatat sebanyak 70 orang. Sementara itu, 230 orang mengalami luka berat dan 308 orang lainnya mengalami luka ringan.

Baca JugaBNPB Ungkap Jembatan Terdampak Gempa Flores Sudah Beroperasi Normal

Para korban berasal dari enam kabupaten, yaitu Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Wilayah tersebut mengalami guncangan dengan intensitas maksimum VII hingga VIII Modified Mercalli Intensity (MMI) saat gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close