Pertamina: 29 Terminal BBM Siap Salurkan B50

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 19:58
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 7 Juni 2026. Pemerintah menargetkan kebijakan penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50 di seluruh Indonesia akan dimulai pada 1 Juli mendatang setelah serangkaian pengujian penggunaan B50 di berbagai sektor seperti sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api serta pembangkit menunjukkan hasil yang positif. Arsip foto - Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 7 Juni 2026. Pemerintah menargetkan kebijakan penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50 di seluruh Indonesia akan dimulai pada 1 Juli mendatang setelah serangkaian pengujian penggunaan B50 di berbagai sektor seperti sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api serta pembangkit menunjukkan hasil yang positif. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan sebanyak 29 dari total 126 terminal bahan bakar minyak (BBM) telah siap mendistribusikan Biodiesel 50 (B50) dalam bentuk Biosolar sebagai bagian dari implementasi kebijakan pemerintah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kesiapan tersebut merupakan tahap awal penerapan distribusi B50 yang akan terus diperluas.

“Hari ini, 29 dari 126 terminal Pertamina siap mendistribusikan B50 sesuai ketetapan dari pemerintah,” ujar Kitty saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Kitty, jumlah terminal yang menyalurkan B50 akan meningkat secara bertahap selama masa transisi berlangsung.

Baca Juga: ESDM Pastikan Seluruh Sektor Siap Terapkan Biodiesel B50

Pelaksanaan transisi itu mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Solar Sebesar 50 persen. Dalam aturan tersebut, badan usaha BBM yang masih memiliki stok biodiesel campuran 40 persen (B40) diberikan masa transisi sebelum sepenuhnya beralih ke B50.

Persediaan B40 masih dapat disalurkan hingga Rabu, 30 September 2026, selama tetap memenuhi standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami masih terus melakukan monitoring untuk memastikan distribusi B50 berjalan lancar, sampai ke lembaga penyalur, dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Kitty.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa peluncuran biodiesel B50 akan dilakukan pada Juli 2026. Menurut Presiden, penerapan B50 diyakini mampu memberikan penghematan yang signifikan bagi negara.

Baca Juga: BPDP: Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit

"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa kemandirian dan ketahanan energi menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia, terutama untuk mengantisipasi dampak gejolak di negara-negara produsen minyak maupun gangguan pada jalur distribusi minyak dunia, seperti yang saat ini terjadi di Selat Hormuz.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan seluruh sektor telah siap menjalankan kebijakan wajib B50 menjelang peresmian yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan implementasi B50 akan diberlakukan secara serentak di berbagai sektor. Sebelum diterapkan secara nasional, B50 telah melalui uji coba pada beragam moda dan peralatan, mulai dari kendaraan, alat berat, kapal, kereta api, hingga ekskavator, kendaraan tambang, dan alat pertanian.

Baca Juga: Pengamat Nilai Biosolar B50 Jadi Langkah Menuju Transisi Energi Terbarukan

Ia menegaskan kesiapan penerapan B50 tidak hanya berlaku di wilayah tertentu, melainkan akan dilakukan secara bersamaan di seluruh Indonesia setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah siap di seluruh Indonesia, persiapannya matang,” kata Anggia.

(Sumber: Antara)

x|close