A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: preg_match(): Unknown modifier 'B'

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 265

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 265
Function: preg_match

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 164
Function: tag_link

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 60
Function: content

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pemerintah Beberkan Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun, Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja - Ntvnews.id

Pemerintah Beberkan Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun, Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 14:06
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Investasi Rosan Roeslani Perkasa Menteri Investasi Rosan Roeslani Perkasa (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa realisasi investasi sepanjang semester I 2026 tetap berada di jalur yang sesuai target pemerintah meski dunia masih menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi.

Dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, Rosan menyampaikan bahwa capaian investasi selama Januari hingga Juni 2026 menunjukkan komitmen investor domestik maupun asing untuk terus menanamkan modal di Indonesia.

"Tadi saya baru melaporkan kepada Bapak Presiden mengenai capaian realisasi investasi baik di triwulan II-2026 maupun total semester I-2026," kata Rosan.

Menurut dia, situasi global yang masih dipenuhi ketidakpastian tidak mengurangi minat investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia. Realisasi investasi masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan pemerintah melalui Bappenas.

"Memang di tengah masih tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini, komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih inline dengan target yang dicanangkan, yang kita set up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini," ujarnya.

Baca Juga: Kepala BRIN Ingatkan Ilmuwan Bijak dalam Menyampaikan Informasi

Rosan menjelaskan, target investasi nasional sepanjang 2026 mencapai Rp2.041,3 triliun. Hingga akhir semester pertama, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target tahunan.

"Dari target di tahun 2026 total target secara keseluruhan adalah Rp2.041,3 triliun. Pada semester I atau dari Januari sampai Juni ini di 2026, pencapaian yang sudah dilakukan pengeluaran atau spending oleh para investor di Indonesia itu mencapai Rp1.010,6 triliun atau peningkatan 7,2% YoY dan ini sesuai dengan target kami 49,5% dari total target dalam satu tahun," jelasnya.

Selain nilai investasi, Rosan menyoroti tingginya penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan dari realisasi investasi tersebut.

"Dan yang paling penting adalah penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang atau peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Menteri Investasi Rosan Roeslani Perkasa <b>(NTVnews)</b> Menteri Investasi Rosan Roeslani Perkasa (NTVnews)

Ia memaparkan bahwa kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) relatif seimbang. PMDN tercatat sebesar Rp502,9 triliun atau 49,8 persen dari total investasi, sedangkan PMA mencapai Rp507,6 triliun.

Dari sisi wilayah, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp502,8 triliun atau 49,8 persen dari total realisasi, meningkat 7,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dengan pertumbuhan 6,7 persen secara tahunan.

Rosan juga mengungkapkan lima daerah dengan realisasi investasi terbesar pada semester I 2026. DKI Jakarta masih berada di posisi pertama dengan nilai investasi Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total investasi nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat sebesar Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp68,7 triliun, serta Banten Rp66,4 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa iklim investasi nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

x|close