Purbaya Sebut PFII Jadi Jalan Cepat Menuju Ekonomi 8 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 12:31
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan tanggapan pemerintah dalam Rapat Paripurna ke-25 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Rapat tersebut membahas tanggapan pemerint Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan tanggapan pemerintah dalam Rapat Paripurna ke-25 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Rapat tersebut membahas tanggapan pemerint (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Purbaya menjelaskan bahwa pembentukan PFII merupakan langkah strategis mengingat Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara sekaligus anggota G20 yang dinilai telah memiliki kapasitas untuk mengembangkan pusat finansial internasional sendiri.

"Rancangan undang-undang tentang PFII ini lahir atas kesadaran bahwa sebagai negara Asia Tenggara terbesar dan anggota G20, Indonesia sudah saatnya memiliki sebuah financial center sendiri yang kredibel, mandiri, dan berintegritas serta berdaya saing global," ucap Purbaya, Selasa 21 Juli 2026. 

Bendahara Negara itu menegaskan PFII tidak dibentuk untuk menggantikan sistem keuangan domestik yang telah ada, melainkan melengkapi ekosistem keuangan nasional dengan standar internasional yang terintegrasi.

Baca juga: Purbaya Sebut Anggaran Program MBG Berpotensi Dikurangi, Jadi Berapa?

"Selama proses pembahasan panja hingga rapat kerja tingkat I, pemerintah dan DPR telah berdiskusi secara konstruktif untuk memastikan bahwa RUU PFII ini tidak hanya menarik bagi investor global, tetapi juga memastikan keberpihakan pada kepentingan nasional," lanjutnya.

Ia menjelaskan, undang-undang tersebut dibangun di atas tiga pilar Utama diantaranya pilar pertama adalah memperluas akses terhadap modal dan investasi. 

Masuknya investasi tersebut diharapkan mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"PFII menarik arus modal asing serta investasi portofolio berkualitas secara berkelanjutan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang untuk memperbesar kue perekonomian nasional sehingga ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih cepat menuju 8 persen seperti yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," jelasnya.

Pilar kedua kata Purbaya akan berfokus pada inovasi dan tata kelola. 

"PFII membangun ekosistem jasa keuangan yang komprehensif didukung teknologi terkini, cybersecurity kelas dunia serta dibentenginya oleh azas tata kelola yang baik serta best practices management keuangan internasional," bebernya.

Baca juga: Purbaya: Belum Ada Pembahasan Pemangkasan Anggaran Pertahanan

Sementara itu, pilar ketiga menitikberatkan pada peningkatan daya saing nasional melalui pengembangan sumber daya manusia. 

"PFII mendorong penciptaan lapangan kerja bagi talenta-talenta unggul Indonesia sekaligus transfer teknologi dan pengetahuan khususnya di bidang keuangan. Dampak jangka panjangnya adalah efisiensi biaya modal dan peningkatan daya saing bagi perekonomian nasional," tandasnya.

x|close