Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyebut Program Magang Nasional berhasil meningkatkan kemampuan peserta. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program tahun 2025, sebanyak 98,5 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis.
Qodari mengatakan hasil tersebut berdasarkan evaluasi Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua tahun 2025 yang melibatkan 65.245 peserta serta 7.217 mentor dari berbagai pusat penyelenggara.
"Dari sisi kompetensi, hampir 98,5 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis baik secara signifikan meningkat maupun cukup meningkat," ujar Qodari dalam keterangannya yang diterima, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain peningkatan kemampuan teknis, evaluasi pemerintah juga menunjukkan tingkat kepuasan peserta terhadap program tersebut cukup tinggi. Lebih dari 84 persen peserta mengaku puas atau sangat puas mengikuti Program Magang Nasional.
Baca Juga: Kesempatan Magang Nasional 2026 Tahap 1 Dibuka, Peserta Sudah Bisa Mendaftar
Hal serupa juga disampaikan oleh para mentor dan perusahaan yang terlibat. Sekitar 84 persen mentor serta perusahaan menyatakan puas atau sangat puas terhadap kemampuan peserta dalam menyerap pembelajaran selama menjalani masa magang.
"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Qodari.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat lebih luas karena peserta dapat memperoleh pengalaman kerja, membangun jaringan profesional, memahami lingkungan kerja, serta meningkatkan peluang untuk direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.
Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah, sekitar 30 persen peserta mendapatkan tawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program magang.
Baca Juga: Program Magang Nasional Angkat Kondisi Ekonomi Peserta, Bantu Mereka Dapat Pekerjaan Tetap
Dari sisi ekonomi, lebih dari 97 persen peserta menyatakan uang saku yang diterima selama mengikuti program setidaknya membantu kondisi ekonomi pribadi maupun keluarga.
Qodari menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan global dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, baik melalui pendidikan, kesehatan maupun penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi," ucapnya.
Ia menjelaskan pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Magang Nasional pada Rabu, 15 Juli 2026 hingga Selasa, 28 Juli 2026. Pada tahap ini, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 50.000 peserta dari target keseluruhan 150.000 peserta sepanjang 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang melibatkan 102.696 peserta.
Melalui program ini, lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan magang selama enam bulan dengan uang saku yang setara dengan upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten/kota.
Qodari berharap Program Magang Nasional dapat mencetak tenaga kerja dengan kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang lebih baik untuk menghadapi dunia kerja.
"Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," katanya.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam Konferensi Pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. (Antara)