Bahlil Akan Bahas Pemanfaatan Hidrogen untuk Bus TransJakarta dengan Pramono

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 17:40
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pengunjung berada di samping bus berbasis teknologi Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) pada acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa, 21 Juli 2026. kementerian ESDM bersama PLN dan DAMRI meluncurkan bus H2 DDF sebagai langkah awal dalam menguji penerapan hidrogen pada kendaraan berat sebagai bagian dari percepatan transisi menuju transportasi rendah emisi, sehingga bisa mewujudkan indonesia bebas emisi karbon 2060. Pengunjung berada di samping bus berbasis teknologi Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) pada acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa, 21 Juli 2026. kementerian ESDM bersama PLN dan DAMRI meluncurkan bus H2 DDF sebagai langkah awal dalam menguji penerapan hidrogen pada kendaraan berat sebagai bagian dari percepatan transisi menuju transportasi rendah emisi, sehingga bisa mewujudkan indonesia bebas emisi karbon 2060. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus TransJakarta.

Rencana tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

“Tentang bus, saya coba komunikasikan dengan Pak Gubernur DKI untuk memanfaatkan ini (hidrogen),” ujar dia.

Selain mendorong penggunaan hidrogen pada sektor transportasi, Bahlil juga menilai pemanfaatan hidrogen di industri petrokimia perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.

Baca JugaBahlil: 57,6 Persen SPBU Sudah Salurkan B50

“Ini juga penting. Banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendorong proses percepatan ini (hidrogen),” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas usulan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo yang meminta Bahlil berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta mengenai penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar armada TransJakarta.

Darmawan menjelaskan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) atau Hydrogen Refueling Stations (HRS) di Jakarta telah tersedia dan siap digunakan. Namun hingga kini belum ada armada bus yang memanfaatkan hidrogen sebagai sumber energi.

“Barangkali Bapak (Bahlil) bisa melobi ke Gubernur DKI, begitu. TransJakarta,” kata Darmawan.

Baca JugaBahlil Targetkan BBM Campuran Etanol 10 Persen Mulai 2027, E20 Diterapkan Bertahap

Ia juga mengungkapkan PLN telah berdiskusi dengan sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, dan China mengenai kesiapan penyediaan bus berbahan bakar hidrogen.

Menurut Darmawan, apabila pemerintah memutuskan menggunakan hidrogen untuk sektor transportasi seperti TransJakarta, PLN akan bekerja sama dengan Pertamina dalam penyediaan armada tersebut.

“Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya. Tinggal kemudian nanti bus hidrogen ada logonya ESDM, PLN, Pertamina, kita berkolaborasi membangun transportasi berbasis hidrogen,” ujar Darmawan.

GHES 2026 menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, pelaku industri, akademisi, mitra internasional, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi, industri, logistik, dan pelabuhan. Sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama karena dinilai memiliki potensi besar dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi kendaraan.

(Sumber: Antara)
x|close