Ntvnews.id, Surabaya – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bergabung dalam koperasi agar memperoleh akses pendampingan dan pembiayaan dari Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
"Dengan wadah koperasi, kegiatan usaha bisa lebih produktif dan menjadi alternatif bagi pengembangan kegiatan ekonomi di Pamekasan, bahkan di seluruh daerah di Indonesia," kata Ferry dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu, 22 Juli 2026.
Ferry menjelaskan LPDB siap memberikan pendampingan sekaligus menyalurkan skema pembiayaan bagi koperasi. Menurutnya, peluang kerja sama dengan pihak ketiga juga terbuka sehingga unit usaha berbasis pesantren maupun koperasi dapat berkembang secara profesional.
Ia menambahkan seluruh fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku UMKM yang memilih bergabung ke dalam koperasi.
Baca Juga: Menkop Tekankan Keberlanjutan Jadi Kunci Pengembangan Koperasi
Pemerintah, lanjut Ferry, tengah mendorong transformasi koperasi agar kembali menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional yang sejajar dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor swasta. Transformasi tersebut meliputi pembaruan citra koperasi, penguatan tata kelola, serta percepatan digitalisasi.
Selain itu, Kementerian Koperasi terus memperluas pengembangan koperasi pada sektor produksi, distribusi, hingga industri.
Ferry mengatakan pemerintah juga telah menerbitkan berbagai regulasi yang memberi ruang usaha lebih luas bagi koperasi. Kesempatan tersebut mencakup pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP), sumur minyak rakyat atau idle well, pengumpulan minyak jelantah dan biomassa sebagai sumber energi, pembangunan pabrik crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya, SPBU solar untuk nelayan, cold storage, hingga pabrik es batu.
Di sektor lingkungan dan ekonomi kreatif, koperasi juga didorong berperan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, produksi konten kreatif dan animasi, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Baca Juga: Menkop Siapkan Tiga Langkah Percepat Penguatan Koperasi, Fokus pada Modernisasi dan Digitalisasi
Ferry juga menyinggung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu program prioritas nasional untuk memperkuat ekonomi desa.
Menurutnya, pemerintah mengarahkan agar berbagai barang subsidi disalurkan melalui KDKMP, termasuk bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial, bantuan pangan non-tunai, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema channeling.
"Koperasi ini dirancang bukan sebagai lembaga sosial semata, melainkan sebagai badan usaha profit yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," kata Ferry.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat berdialog dengan para pelaku koperasi lintas sektor membahas berbagai langkah penguatan koperasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. (Antara)