Ntvnews.id, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menempatkan keberlanjutan dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai bagian dari setiap proses operasional perusahaan, mulai dari pengelolaan perkebunan berbasis teknologi, konservasi dan perlindungan biodiversitas, hingga pengembangan riset dan inovasi.
Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional sekaligus memperkuat pengelolaan kegiatan berbasis data.
Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro, Hubbal Khoir Sembiring,mengatakan keberlanjutan saat ini bukan lagi pilihan,melainkan bagian yangtidak terpisahkan dari cara Astra Agro menjalankan bisnis.
“Bagi Astra Agro, sustainability harus hadir dalam setiap proses operasional. Kami mengkombinasikan people, plant, dan planet tentang bagaimana perusahaanmengembangkan manusianya, menjaga produktivitas tanaman, sekaligus memastikan lingkungan tetap terpelihara. Semua itu harus dijalankan dengan GCG sebagai fondasi agar setiap proses bisnis berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Hubbal, Kamis 31 Juli 2026.
Baca juga: Sawit Jadi Penopang Ekonomi RI, Jutaan Pekebun Bergantung pada Industri Ini
Komitmen tersebut juga terlihat melalui pengelolaan area konservasi di lanskap perkebunan sawit. Peserta diajak melihat bagaimana perusahaan menjaga keanekaragaman hayati serta melakukan pembibitan Blangeran, salah satu tumbuhan endemik Kalimantan, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengayaan vegetasi di kawasan konservasi.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Research and Development (R&D) Astra Agro, tempat peserta melihat bagaimana riset menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan operasional dan tantangan industri.
Ia menjelaskan, Astra Agro telah menghasilkan tiga varietas unggul, yaitu AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala, yang kemudian terus dikembangkan hingga menghasilkan varietas dengan ketahanan terhadap penyakit Ganoderma.
Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana riset diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman secara berkelanjutan.
Inovasi Astra Agro juga diwujudkan melalui ASTEMIC (Astra Efficient Microbe), pupuk hayati berbasis mikroba yang dikembangkan oleh tim R&D perusahaan.
Baca juga: Bea Cukai Pangkalan Bun Kawal Ekspor Sawit, Penerimaan Bea Keluar Capai Rp882 Miliar
ASTEMIC dirancang untuk membantu meningkatkan penyerapan hara dan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 25 persen. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diterapkan untuk mendukung kegiatan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Astra Agro menunjukkan bahwa daya saing industri sawit ke depan semakin ditentukan oleh kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
Industri sawit (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)