KADIN Luncurkan Platform "We Buy From Indonesia" untuk Perluas Pasar Ekspor Produk Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 21:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kedua kiri) tiba di lokasi pertemuan dengan pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Pertemuan tersebut antara lain membahas penguatan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kedua kiri) tiba di lokasi pertemuan dengan pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Pertemuan tersebut antara lain membahas penguatan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Novyan Bakrie meluncurkan platform ekspor "We Buy From Indonesia" yang bertujuan memetakan rantai pasok nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia masuk ke pasar internasional.

Anindya memperkenalkan inisiatif tersebut dalam pertemuan pengusaha KADIN Indonesia pusat dan daerah bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

"Bapak Presiden, berkenankanlah kami ingin sekali menyampaikan suatu inisiatif yang berjudul 'We Buy From Indonesia'. Ini adalah inisiatif yang bukan saja sebuah katalog, tetapi juga suatu platform teknologi dan perdagangan," katanya.

Ia menjelaskan berbagai produk asal Indonesia selama ini telah masuk dalam rantai pasok perusahaan global. Produk tersebut mencakup sejumlah sektor, seperti otomotif, kedirgantaraan, furnitur, hingga barang konsumsi.

Baca JugaPrabowo Minta Siapkan Kantor Khusus untuk Satgas MBG Kadin di Istana

Anindya mengatakan pengembangan platform tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan data perdagangan Indonesia. Dari total nilai ekspor nasional yang mencapai sekitar 300 miliar dolar AS per tahun, sekitar 240 miliar dolar AS berasal dari berbagai komoditas dan produk di luar batu bara, baja nirkarat, serta minyak sawit.

Melalui "We Buy From Indonesia", KADIN akan mengidentifikasi rantai pasok produk ekspor sekaligus perusahaan yang terlibat di dalamnya. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menemukan peluang baru untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Menurut Anindya, platform itu juga bertujuan memperkuat pembelian dari pelanggan yang telah ada serta meningkatkan kemampuan produsen dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global.

Ia menambahkan, buku "We Buy From Indonesia" juga disusun dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Baca JugaPrabowo Gelar Pertemuan dengan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana Negara

Dalam pengembangannya, KADIN turut berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memastikan data yang digunakan akurat sehingga dapat menjadi referensi dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close