Bos BI Ungkap Modal Asing Masuk RI 8,5 Miliar Dolar AS pada Kuartal II 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 19:35
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan aliran investasi asing ke Indonesia mencapai 8,5 miliar dolar AS pada kuartal II 2026. Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan aliran investasi asing ke Indonesia mencapai 8,5 miliar dolar AS pada kuartal II 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan aliran investasi asing ke Indonesia mencapai 8,5 miliar dolar AS pada kuartal II 2026.

Arus modal tersebut terutama mengalir ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Aliran investasi portfolio asing pada triwulan II 2026 mencatat net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS terutama didukung oleh SBN dan SRBI," ucapr Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin 3 Agustus 2026.

Tren masuknya modal asing tersebut berlanjut pada triwulan III 2026 seiring meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik berbasis rupiah yang dinilai semakin menarik bagi investor.

Baca juga: Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Bank Indonesia Komitmen Stabilitas Moneter Tetap Terjaga

Baca juga: Profil Destry Damayanti, Ekonom yang Ditunjuk Pimpin Sementara Bank Indonesia

"Kemudian berlanjut pada triwulan III 2026 seiring dengan meningkatnya imbal hasil insumen keuangan domestik rupiah," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Destry juga menyinggung pergerakan nilai tukar rupiah.

Ia menyebut rupiah kembali menguat ke level Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026. Sebelumnya, mata uang Garuda sempat mengalami tekanan sejak pertengahan Juli akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Tak hanya itu, menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Funds Rate) juga mempengaruhi nilai rupiah.

"Rupiah kembali menguat ke level Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026, serta sempat melemah sejak pertengahan Juli 2026 akibat kembali meningkatnya konflik di Timur Tengah dan menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan Fed Fund Rate," tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close