Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Lampaui Rata-rata Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 22:13
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia meski dibayangi berbagai gejolak internasional.

Airlangga menyebut kondisi global saat ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, perang dagang, hingga disrupsi teknologi.

"Di tengah kondisi seperti itu, walaupun berbagai lembaga melihat pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh rata-rata di atas 3 persen, Indonesia masih mampu tumbuh di triwulan II sebesar 5,29 persen," ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia mengatakan capaian tersebut memperpanjang tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di atas level 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut.

Menurut Airlangga, dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menjadi salah satu yang terbaik, meskipun berada di bawah Thailand dan Vietnam.

Dari sisi kewilayahan, Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi tersebut menunjukkan sektor pariwisata mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Sementara itu, Pulau Jawa mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen dengan kontribusi mencapai 56,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Menurutnya, hal itu menandakan rantai pasok masih menjadi salah satu motor utama penggerak perekonomian Indonesia.

Selain itu, sejumlah sektor usaha juga mencatat pertumbuhan pada kuartal II 2026. Industri pengolahan tumbuh sebesar 4,52 persen, sedangkan sektor jasa akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman meningkat 10,6 persen. Pertumbuhan sektor tersebut didukung oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meningkatnya aktivitas industri perhotelan dan perjalanan.

Di sisi lain, sektor konstruksi juga tumbuh 6,68 persen. Airlangga menyebut capaian tersebut ditopang oleh pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.

"Ini (sektor konstruksi) juga akan menjadi pendorong di kuartal dan semester kedua, dan juga terjadi percepatan belanja modal terutama di kawasan industri, dan juga pembangunan daripada beberapa sektor unggulan pemerintah, termasuk pembangunan terkait dengan koperasi merah putih," ungkap Menko Perekonomian.

(Sumber: Antara)
 
 
 

HIGHLIGHT

x|close